Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Tata Cara Shalat Jum'at Online Via Zoom

Tata Cara Shalat Jum'at Online Via Zoom

Fikroh.com - Kerinduan akan kebersamaan dalam shaf jamaah sholat tentu dirasakan oleh setiap muslim. Pandemi yang sudah berbulan-bulan lamanya menghalangi sebagian umat islam menunaikan shalat jum'at berjamaah. Hal ini tidak lain demi mencegah penyebaran virus yang mudah menular.

Lalu adakah solusi yang bisa ditempuh agar bisa melakukan shalat jumat berjamaah namun aman dari ancaman virus? 

Menanggapi hal ini salah seorang tokoh Muhammadiyah Prof Wawan Gunawan Abdul Wahid menginisiasi shalat Jumat online yang digelar via aplikasi Zoom dan digelar mulai Mei 2020 sebagai ikhtiar mencegah corona.  

Bagaimana tata caranya? 

Secara umum tak ada perbedaan dari tata cara salat Jumat pada umumnya. Namun, karena digelar online ada sejumlah ketentuan yang dibuat agar kekhusyukan tetap terjaga.  

Buka aplikasi zoom sekitar 30 menit sebelum pelaksanaan salat, sebagaimana yang tertera dalam undangan salat Jumat online.  

kumparan, mengikut salat jumat online Jumat (8/1) hari ini dari awal sampai akhir. Seperti salat Jumat di masjid, Jumatan online juga dibuka oleh panitia atau MC sebelum dimulainya azan. 

"Demi menjaga kekhusyuan kita bersama diharapkan jemaah mematikan speaker," kata host Zoom Pradana Adimukti. 

Seluruh jemaah berada di kediaman masing-masing. Begitu juga khotib sekaligus imam, muazin, dan host. Tak ada yang berada di satu tempat. Untuk jemaah, ada yang mengikuti salat jumat online dua hingga tiga orang, termasuk ada yang mengajak anak.  

Jumlah partisipan di Zoom sekitar 200 orang. Sehingga total jemaah bisa dua kali lipat lebih karena ada yang lebih dari satu orang dari satu akun yang bergabung di Zoom. 

Masing-masing jemaah membentangkan sejadah di kediaman masing-masing dan meletakkan kamera Zoom tepat di depannya.  

Setelah azan berkumandang, khotib yang bertugas saat itu Aditia Taruna Minang Sundawa dari LP3M Pusat Studi Perdamaian dan Humaniter UMY, langsung menyampaikan paparannya. Lengkap dengan khotbah pertama dan kedua, lalu diakhiri dengan doa.  

Khatib jumatan online Aditia Taruna Minang Sundawa dari LP3M, Pusat Studi Perdamaian dan Humaniter UMY. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Setelah khotbah yang berlangsung sekitar 15 menit itu, muazin mengumandangkan ikamah, lalu dimulailah salat. Saat salat, sejumlah speaker jemaah dibuka untuk menyahut 'amin' di rakaat pertama dan kedua.  

Salat pun berakhir.  

Jadi, secara tata cara atau rukun salat sama dengan salat berjemaah di masjid. Yang membedakan hanya lokasinya berbeda-beda, dipertemukan teknologi. 

Belum ada fatwa MUI soal diperbolehkannya salat Jumat online, kini MUI masih mengkaji dasar hukum hingga keabsahannya. Sementara Muhammadiyah menilai Jumatan online sebagai ijtihad pribadi yang tak dilarang dan dan tak diperintahkan.