Tak Mau Ketinggalan Netizen Pakistan Mulai Gunakan BiP

Fikroh.com - Setelah sebelumnya ramai netizen Indonesia migrasi dari whatsapp ke BiP, kini hal serupa terjadi di Pakistan.

Adalah Mohammad Ibrahim Qazi baru-baru ini menginstal BiP, aplikasi messenger populer Turki yang menarik lebih banyak pengguna di seluruh dunia.

Qazi adalah salah satu dari banyak orang Pakistan yang mencari alternatif setelah WhatsApp mengeluarkan kebijakan baru yang dikhawatirkan orang akan merusak privasi mereka.

"Orang Pakistan tak ingin memperdagangkan privasi mereka untuk layanan pesan gratis. BiP adalah pilihan yang baik dari Turkcell," ungkap Qazi yang menjabat sebagai direktur di Universitas Manajemen dan Teknologi di kota Lahore, kepada Anadolu Agency.

Dia menemukan BiP, yang memiliki fitur panggilan suara dan video, interaktif dan layanan tambah seperti permainan dan penerjemah instan.

Bagi Shamsuddin Amjad, fitur seperti olahpesan cepat multibahasa, saluran, dan obrolan grup yang dimiliki BiP "lebih baik daripada banyak aplikasi lain".

"Anda dapat menambahkan hingga 1.000 orang dalam grup chat," kata Amajd, kepala urusan media sosial Jamaat-e-Islami, partai politik utama Pakistan.

Seperti WhatsApp yang dimiliki oleh Facebook, pesan di BiP juga dienkripsi secara end-to-end.

"BiP menangani keamanan data pribadi Anda dengan serius," kata Burak Mergen, manajer komunikasi perusahaan Turkcell, kepada Anadolu Agency dalam wawancara via email.

Aplikasi Turki yang diluncurkan pada 2013 itu memiliki pengguna lebih dari 65 juta di seluruh dunia, 10 juta di antaranya baru bertambah pada minggu lalu saja, tutur Mergen.

Kini BiP berada peringkat pertama di Google Play di Bahrain, Bangladesh, Qatar, Pakistan, Arab Saudi, dan Oman, sebut dia, sambil menambahkan bahwa Pakistan adalah salah satu pasar utama mereka.

Bahkan pengguna India pun tidak ketinggalan.

"Saya mengunduh aplikasi BiP buatan perusahaan Turki dan ternyata lebih baik daripada WhatsApp/Signal/Telegram. Fitur-fiturnya luar biasa," tulis Sayyed Ibrahim, netizen dari Mumbai, India di Twitter.

"Kebijakan privasi baru WhatsApp mengungkapkan bahwa data pribadi pengguna, termasuk nomor telepon, alamat IP, kontak, status, grup (termasuk nama grup, gambar grup, deskripsi grup), pembayaran atau fitur bisnis, foto profil, dan timestamp, akan dibagikan kepada website pihak ketiga seperti Facebook, "kata Ramsha Jahangir, seorang jurnalis Pakistan yang saat ini tinggal di Denmark.

"Setiap pengguna ingin menggunakan aplikasi yang aman dan peralihan besar-besaran baru-baru ini ke aplikasi lain dari WhatsApp adalah bagian dari langkah itu," jelas Jahangir.

Hubungan Pakistan-Turki

Faktor lain untuk kesuksesan BiP menarik pengguna Pakistan adalah hubungan persaudaraan yang kuat dengan Turki.

Attshan Ali Abbasi, direktur pendiri Majelis Pemuda Nasional Pakistan, mengatakan orang Pakistan merasa dekat dengan Turki, dan menganggap BiP sebagai milik mereka.

"Anak-anak muda mengunduh BiP karena kecintaan mereka pada Turki," tutur dia.

Jika perusahaan terus meningkatkan dan memprioritaskan hak pengguna dan privasi, itu bisa menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di dunia, terutama dunia Muslim, lanjut Abbasi.

Dalam sebuah pernyataan, Atac Tansug, wakil presiden layanan dan solusi digital Turkcell, mengatakan mereka sedang mengupayakan fitur baru, yang pasti akan menarik lebih banyak pengguna.

"Orang-orang harus beralih ke aplikasi yang menawarkan perlindungan privasi terbaik," kata Nighat Dad, pakar keamanan dunia maya Pakistan yang memimpin Digital Rights Foundation.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama