Innalillahi, Dr. 'Ablah Al-Kahlawi Wafat, Daiyah dan Dosen Al-Azhar

Fikroh.com - Kabar duka datang dari negeri Kinanah, Telah wafat Prof. Dr. 'Ablah al-Kahlawi rahimahallah di usia 75 tahun pada malam senin, 12 Jumadil Akhir 1442H, beliau seorang ibunda mulia, dosen di kuliah banat al-Azhar, seorang da'iyah yang sibuk bergerak dalam bidang kemanusiaan..

Beliau lahir pada 13 Shafar 1368 H, bertepatan dengan 15 Desember 1948 M.

Puteri seniman tenar dan maddaah (pemuji) Sayyiduna Rasulullah ﷺ, Muhammad al-Kahlawi yang berkata pada anak-anaknya beliau: "Aku mengenal Allah dengan cinta, dan aku ingin kalian mengenal-Nya dengan ilmu".

Sang ayah biasa mengajak anak-anak beliau dalam melayani orang-orang fakir, menengok orang-orang sakit, membantu orang-orang yang membutuhkan..

Prof DR 'Ablah lulus SMA dengan nilai tinggi, mulanya beliau ingin melanjutkan kuliah di fakultas bahasa Inggris ataupun shahafah (media berita), beliau bercita-cita ingin jadi diplomat.. 

Biasanya beliau sering duduk di masjid yang dibangun sang ayah pada hari kamis, setelah ziarah ke makam Sayyidah Nafisah.. suatu malam setelah ziarah, beliau bermimpi: "berjumpa dengan Sayyidah Nafisah yang memintanya duduk di kursi samping Sayyidah duduk.. memintanya juga mengaji.. mulanya DR 'Ablah rasa takut, kemudian mulai membaca, ternyata DR. 'Ablah bisa membaca dengan baik.. Sayyidah Nafisah pun memberi sekitar 10 kitab.. DR pulang ke masjid membawa kitab-kitab itu".

DR. 'Ablah menceritakan mimpi itu pada sang ayah yang sangat senang mendengarnya, berkata: "Semoga Allah Memberkahimu wahai puteriku, kamu akan mengangkat bendera dakwah in sya Allah".

Karena sang puteri ingin jadi duta negara, maka sang ayah meminta DR. 'Ablah untuk melanjutkan di al-Azhar: "Masuklah ke al-Azhar asy-Syarif & jadilah duta Islam".

Setelah lulus kuliah, dijodohkan oleh sang ayah dengan seorang pemuda berakhlak mulia, insinyur polisi di militer Mesir "Yasin Bas-yuni".. beliau bercerita bahwa sang suami adalah "seorang yang penolong & penyayang, hadiah Allah untukku".

Sang suami menyemangati untuk melanjutkan pendidikan, sehingga beliau lulus magister & doctoral, kemudian mengajar di kuliah..

Sang suami menjadi salah satu panglima penting, salah satu dari tim yang dikirim khusus ke Jerman untuk mengambil alat yang dipakai untuk menghancurkan benteng Berlief,.. beliau juga ikut serta dalam peperangan 6 Oktober 1973, melawan Israel.. dalam peperangan yang dimenangkan Mesir itu, sang suami yang masih muda itu pun syahid..

DR 'Ablah sabar menghadapi hal berat itu, "seandainya tidak ada iman & kesabaran tentu aku kehilangan akal, tapi aku mengetahui, dengan taufik Allah, bagaimana merubah sakitnya kehilangan kekasih menjadi suatu kesuksesan".

Beliau pun mendidik 3 puteri beliau "Marwah, Rudainah dan Hibatullah" dengan penuh ketekunan sehingga menjadi para perempuan yang berakhlak mulia dan menjadi penolong bagi beliau.. 

Meneruskan perjuangan mengajar sehingga jadi dekan fakultas puteri al-Azhar, kemudian beberapa tahun mengajar di Universitas Umm al-Qura di Makkah dan menjadi kepala bagian syari'ah puteri.

Mengajar juga di Masjid al-Haram selama 2 tahun, sehingga banyak perempuan Makkah dan dari berbagai penjuru bumi pernah belajar dengan beliau.

Banyak juga rekaman acara tv, radio.. beliau diterima di hati kaum perempuan dan laki-laki.. mengalir bersama beliau rahmah yang diwariskan dari Sayyiduna Rasulullah ﷺ.

Bergerak di bidang kemanusiaan, di antaranya kawasan al-Baqiyat ash-Shalihat yang menghimpun:

  • panti "dhanaya" (anak-anakku) untuk anak-anak penderita kanker yang berasal dari berbagai penjuru daerah; diberi tempat tinggal, makanan, pengobatan dan perawatan.
  • panti jompo "ummi" untuk para perempuan lansia penderita alzheimer.
  • panti jompo "abi" untuk para lansia penderita alzheimer.
  • panti "shalihaat" untuk menampung para janda & anak-anak yang tidak punya tempat tinggal.
  • rumah sakit untuk menghilangkan rasa sakit orang-orang yang menderita.
  • pusat penelitian untuk mengobati penyakit alzheimer.
  • panti "Al Yasin" (keluarga Yasin) untuk memberi pelatihan kerja.
  • masjid dan pusat pelatihan para da'i.
  • mengirimkan bantuan ke berbagai daerah yang memerlukan.

Allah SWT mencoba beliau dengan penyakit langka, sehingga seluruh tubuh beliau merasakan kesakitan yang hampir tidak bisa ditahan, beliau pun menangis karena sangat kesakitan, tapi beliau sabar, bahkan banyak yang di sekitar beliau tidak tau yang beliau derita.

Sakit itu tidak menjadi alasan beliau untuk terus bergerak dalam dakwah & misi kebaikan..

Beliau juga banyak mendamaikan orang-orang yang bertikai, memperbaiki hubungan antara keluarga yang retak, mengobati mereka yang sakit, menghibur yang sedih.. beliau mengobati penyakit beliau dengan rasa syukur & keridhaan.

Begitu cinta pada negara.. sampai beliau itu juga diancam akan dibunuh oleh kaum khawarij "mereka itu tidak tau kalau aku ini isteri seorang syahid, aku juga minta pada Allah untuk menyusulnya sebagai syahidah".

Beliau syahidah di ranjang, setelah kena virus corona...

Semoga Allah SWT Merahmati ibu yang penuh kasih sayang, yang penuh ikhlas mengajak manusia untuk mengenal Allah Yang Maha Pengasih & Penyayang..

A-Azhar, Mesir & umat Islam berduka.. Grand Syekh al-Azhar, Syekh Ali Jum'ah, Grand Mufti Mesir, Syekh Yusri Rusydi al-Hasani dll mengungkapkan bela sungkawa..

Di salah satu ungkapan mereka:

"Jika para perempuan seperti almarhumah, tentu kaum perempuan akan lebih mulia daripada kaum laki-laki".

Semangat untuk para perempuan dalam berbuat baik dan berguna untuk diri dan sesama..

Sumber:

- video cerita tentang beliau.

- postingan Habib Ali Jufri hafizhahullah.

- postingan duka dari berbagai kalangan..

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama