Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Innalillahi, "Abu Hurairah" Palestina Itu Telah Tiada

Innalillahi, "Abu Hurairah" Palestina Itu Telah Tiada

Fikroh.com - Gashan Younis, kakek Palestina asal Quds yang dikenal oleh masyarakat sekitar dengan julukan "Abu Hurairah" telah wafat hari ini selasa (19/1/) karena penyakit yang diderita.

Almarhum dikenal sebagai sosok penyayang hewan terutama kucing yang banyak berkeliaran di sekitar komplek Masjid Al Aqsa. Oleh karena itu ia dijuluki Abu Hurairah yang berarti Bapak dari para Kucing.

Meski jarak rumahnya terbilang cukup jauh dari komplek Masjid, namun rasa cintanya terhadap Al Aqsa membuatnya selalu berusaha hadir menunaikan shalat di Masjid Al Aqsa meski harus mendapatkan berbagai tindakan intimidasi dari tentara dan kepolisian Zionis.

Innalillahi, "Abu Hurairah" Palestina Itu Telah Tiada

Tidak hanya untuk menunaikan Shalat, almarhum juga kerap membawa manisan dan kue untuk dibagikan kepada para jamaah masjid dan juga memberi makan burung-burung merpati yang sering hinggap di komplek Masjid Al Aqsa.

Younis sudah merawat dan memberi makan kucing dan merpati di sekitar Masjid Al Aqsa selama lebih dari 30 tahun dan telah mendapatkan reputasi baik atas kemurahan hatinya. Ia juga dikenal karena kebaikannya terhadap penduduk setempat, khususnya anak-anak.

Dalam sebuah wawancara, dia menyatakan bahwa kebiasaannya merawat kucing terinspirasi oleh Abu Hurairah seorang sahabat Rasulullah Muhammad saw, atau dikenal sebagai Abdul Rahman Ibn Sakhir yang dikenal sangat suka terhadap kucing.

Innalillahi, "Abu Hurairah" Palestina Itu Telah Tiada

Bagi Muslim, dilarang meremehkan perbuatan baik terhadap salah satu makhluk Allah. Ini sebenarnya adalah tindakan yang baik seperti yang digambarkan oleh narasi di bawah ini.

Rasulullah berkata dalam hadits Sahih Bukhari Muslim, yang artinya:

“Sementara seorang pria sedang berjalan di jalan. Dia menjadi sangat haus Dia menemukan sumur, turun ke dalamnya, minum (airnya) lalu keluar. Sementara itu ia melihat seekor anjing terengah-engah dan menjilati lumpur karena kehausan yang berlebihan. Pria itu berkata pada dirinya sendiri, “Anjing ini menderita haus yang sama seperti saya.” Jadi dia turun ke sumur (lagi) dan mengisi sepatunya (dengan air) dan menahannya di mulutnya dan menyiram anjing itu. Allah mengucapkan terima kasih atas perbuatan itu dan memaafkannya. “Orang-orang bertanya,” Wahai Rasulullah! Apakah ada pahala bagi kita dalam melayani hewan? “Dia berkata,” (Ya) ada pahala untuk melayani makhluk hidup”

Semoga Allah Ta'ala memasukkan beliau dalam golongan para Syuhada dan ditempatkan dalam surga firdaus Al A'laa.