Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Apakah BiP Alternatif yang Lebih Baik dari Whatsapp?

Apakah BiP Alternatif yang Lebih Baik dari Whatsapp?

Fikroh.com - Sebuah pandangan pribadi hasil diakusi. Bukan mewakili dari pihak manapun dan tidak punya kepentingan tertentu. Silahkan berbeda pendapat dengan tetap argumentatif dan solutif.

Semalam saya berdiskusi lagi tentang apa media sosial instant messenger yang paling aman saat ini dengan seorang teman yang kebetulan mencari penghidupan di bidang jasa keamanan sistem informasi dan jaringan. Asal mulanya diskusi ini di pekan lalu tentunya diawali kasus Whatsapp (WA) yang merubah T&Cnya dan membuka data penggunanya ke FaceBook. Baik saya dan teman ini menggunakan aplikasi BiP awalnya sebagai uji coba, namun teman saya ini karena background-nya itu, maka ia pun menggali lebih dalam lagi. 

Saya rangkumkan saja apa yang didiskusikan…

BiP secara fitur memang sepintas tampak lengkap, akan tetapi secara ATURAN MAIN (T&C) yang dibuat oleh BiP, ternyata ia lebih parah jika dibandingkan dengan WA. Silakan buka web-nya BiP, kemudian buka bagian "Privacy Policy" lalu baca dan telaah baik-baik.

Hal yang ditemukan adalah: BiP secara teknologi BELUM TERUJI keamanannya, akan tetapi secara KOMITMEN TERHADAP DATA PENGGUNA maka BiP bisa dikatakan: sangat mengerikan!

Ss sebagaimana terlampir.

Malah, DATA KOMUNIKASI dan DATA PRIBADI pengguna BiP dapat ditransfer ke server operator telekomunikasi lokal di masing-masing negara (semisal: TS*l, IS*t, X*, Ax*s, Sm*rt, dlsb).

Lihat gambar SS berikut ini.


Lebih kacaunya lagi, jikalau kemarin kita protes karena tidak suka sebab data kita oleh WA akan dijadikan ladang bisnis baru oleh FaceBook, maka BiP ternyata sudah terang-terangan sejak pertama kali berniyat melakukan hal itu. Ini jelas LEBIH PARAH dari pada WA.

Lihat Gambar dibawah ini:


Intinya:

  1. Security BiP itu belum teruji.
  2. BiP tunduk kepada aturan perundangan di masing-masing negara.
  3. BiP sedari awal sudah menyatakan data pribadi pengguna dapat digunakan untuk kepentingan pengembangan bisnisnya.

Itu inti dari perkara keamanan data di BiP, maka pertanyaannya adalah harus bagaimana menyikapinya?

Perlu diingat bahwa kita mulai menggunakan BiP sebagai PROTES terhadap WA, BUKAN sebagai media alternative yang security-nya lebih baik dibanding WA.

Kita pakai BiP karena dua alasan, yaitu:

  1. Ingin melawan kesewenang-wenangan WA (dan FaceBook) terhadap users-nya, dan meruntuhkan kesombongannya WA (dan FaceBook) yang seperti tak takut akan kehilangan user.
  2. Gerakan BUMF – Buy or Use Muslim's First, karena pemilik BiP ini adalah Muslim.

Jadi kita fair saja, jangan tertutup mata kita dengan romantisme kebangkitan Islāmisme Turkiy dan Erdoğan – sementara BiP adalah aplikasi social media yang dimiliki oleh perusahaan bisnis yang tentunya punya kepentingan bisnis.

Lalu alternative yang lebih aman apa?

Sebaiknya tetap migrasi dari WA dengan menggunakan aplikasi Telegram atau Signal, karena keduanya jelas aplikasi "RADIKAL" yang punya teknologi aspek keamanan keren, dan punya komitmen terhadap user privacy yang termasuk "EDAN", di mana mereka tak peduli dengan tekanan rezim di negara manapun. Ini sudah dibuktikan oleh Telegram dengan melawan rezim Putin di Russia dan juga di Iran, hingga terkena block IP sebagaimana yang pernah diulas sebelumnya.

Dari sisi keamanan data, maka Signal itu tidak menyimpan data apapun karena di Signal semua pesan tidak disimpan di server (kecuali hape pengguna sedang off, baru pesan disimpan di server, namun the moment hape hidup dan terkoneksi ke server, maka pesan langsung dikirim semua dan tak tersisa lagi di server) ini yang menjadi jaminan kemanan aplikasi Signal. Sebaliknya Telegram, data percakapan disimpan di cloud dengan metode enkripsi yang sangat kuat dan terbukti sampai sekarang belum ada yang berhasil meng-hack (walaupun ada hadiah $300.000 dari Telegram bagi siapa saja yang berhasil meng-hack).

Dari segi kepemilikan, maka Telegram itu masih milik perusahaan, sedangkan Signal itu BUKAN kepemilikan perusahaan, melainkan "Open Source" sehingga ia tak bisa dijual kepada siapapun karena ia hidupnya disumbang oleh perorangan (literally!).

Mungkin berangkat dari sini makanya rata-rata yang memahami perkara keamanan teknologi informasi dan jaringan sekelas Edward Snowden, mereka pakainya aplikasi Signal (tahu dong kalau nyawa Snowden yang buronan itu terancam kalo ia tak selektif dalam hal keamanan komunikasi?).

Perlu diingat bahwa saya bukan sales dari Telegram ataupun Signal, hanya niyat berbagi sebatas apa yang saya ketahui dan pahami. Soal siapa yang mau pakai BiP, Telegram, Signal, atau tetap memakai WA, itu kembali kepada preferensi masing-masing… sok atuh! Just don't shoot the messenger.

Baca juga: Sebagian Besar Netizen Indonesia Pindah Ke BIP, Ini Alasannya

Adapun bagi yang sudah nyaman dengan BiP, maka TIDAK PENTING juga diperluas (sebaran dan bahasan) tulisan di atas, namun harus MENYADARI betul bahwa aplikasi BiP itu TIDAK LEBIH BAIK jika dibandingkan dengan WA, bahkan bisa jadi ia lebih buruk.

Demikian ulasan pagi ini buat menemani sarapan.

Penulis: Arsyad Syahrial