Inilah Mimpi yang Menjadikan Abu Bakar Masuk Islam


Fikroh.com - Pada masa Jahiliah (sebelum masuk Islam) Abu bakar adalah seorang pedagang. Penyebab keislamannya adalah sebuah mimpi yang dialaminya ketika sedang berada di Syam.

Dalam mimpinya itu, ia melihat matahari dan bulan tiba-tiba berada di atas pangkuannya. Lalu ia mengambil keduanya dengan tangan, mendekap keduanya di dadanya, dan mengikat keduanya dengan serbannya.

Ketika terbangun, ia bergegas pergi mendatangi seorang pendeta Nasrani guna menanyakan perihal mimpinya itu.

Setibanya di hadapan pendeta, Abu Bakar menceritakan mimpinya dan meminta si pendeta menjelaskan makna mimpinya itu.

“Anda dari mana?” tanya si pendeta.

“Mekah,” jawab Abu Bakar.

“Dari kabilah apa?”

“Tayyim,”

“Apa pekerjaan Anda?”

“Berdagang.”

Setelah menuntaskan pertanyaannya, pendeta tersebut berkata, “Akan muncul di zamanmu ini seorang lelaki bermarga Hasyim yang bernama Muhammad al-Amin. Orang ini keturunan suku Hasyim dan akan menjadi nabi akhir zaman.

Kalau nabi ini tidak ada, niscaya Allah pun tidak akan pernah menciptakan langit, bumi, dan seluruh isinya. Tanpanya, Allah juga tidak akan pernah menciptakan Adam, para nabi, dan para rasul.

Dia itu pemimpin para nabi dan rasul penutup seluruh nabi. Dan Anda akan memeluk Islam yang dibawanya, lalu menjadi wakilnya dan khalifah penerus kepemimpinannya. Inilah makna mimpimu itu.”

Pendeta itu menambahkan, “Aku Mendapatkan ciri-ciri dan sifat-sifatnya itu telah tertera dalam kitab Taurat, Injil, dan Zabur. Aku sendiri sudah berislam mengikutinya. Namun, aku sengaja menyembunyikan keislamanku ini karena aku takut kepada orang-orang Nasrani yang lain.”

Sejak mendengar penjelasan sang pendeta tentang sifat-sifat Nabi Muhammad itu, hati Abu Bakar pun luluh dan merasakan kerinduan mendalam untuk segera mendatangi Rasulullah. Maka setibanya di Mekah, Abu Bakar langsung mencari Rasulullah dan akhirnya bertemu dengan beliau.

Dan sejak pertemuannya dengan Rasulullah itu, Abu Bakar merasa makin jatuh cinta terhadap beliau dan tidak bisa melewatkan waktu sedikit pun tanpa bertemu dengannya.

Kejadian itu berlangsung cukup lama. Maka, suatu hari Rasulullah pun bertanya kepada Abu Bakar, “Wahai Abu Bakar, setiap hari engkau datang kepadaku dan duduk bersamaku, tapi kenapa engkau tak kunjung masuk Islam?”

Abu Bakar menjawab, “Jika engkau memang seorang nabi, tentunya engkau memiliki sebuah mukjizat.”

“Apakah belum cukup bagimu mukjizat yang engkau lihat dalam mimpimu ketika berada di negeri Syam dan mimpimu itu sudah ditafsirkan oleh seorang pendeta Nasrani yang juga sudah menyatakan keislamannya?” tanya Rasulullah.

Begitu mendengar jawaban itu, Abu Bakar dengan serta merta berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan Allah.”

Demikianlah. Sejak itu Abu Bakar memeluk Islam dan menjalankannya dengan baik.


Sumber: Belajar Cinta dari Burung Pipit, Turos Pustaka, 2019

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama