Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Resmi Ditahan, Habib Rizieq Pesan Penembakan Laskar FPI Harus Tetap Diusut

Resmi Ditahan, Habib Rizieq Pesan Penembakan Laskar FPI Harus Tetap Diusut

Fikroh.com - Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan bahwa ada pesan HRS sebelum ditahan. Pesan tersebut adalah jangan sampai kasus penembakan laskar FPI dilupakan.

“Beliau meminta jangan sampai kasus beliau ini membuat dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan kepada enam laskar FPI beberapa saat yang lalu itu menjadi terabaikan,” kata Aziz kepada Kiblat.net, Ahad (13/12/2020).

Habib Rizieq, kata Aziz, menekankan pentingnya menghargai nyawa manusia. Ia menegaskan bahwa jangan sampai negara membiarkan kekejaman terhadap warga negara.

“Beliau ingin itu harus fokus. Ini kan soal nyawa manusia yang hilang akibat kekejaman. Kalau kita diamkan lucu dan ironis,” tuturnya.

Lebih lanjut, Aziz menekankan bahwa penembakan terhadap enam laskar merupakan bentuk extra judicial killing. Menurutnya, hal ini termasuk pelanggaran HAM berat.

“Ini kan ada dugaan pelanggaran HAM berat, tetap harus diusut dong. Jangan sampai kasus Habib Rizieq menutupi peristiwa tersebut,” pungkasnya.

Habib Rizieq Ditahan Di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab resmi ditahan pihak Kepolisian. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa penyidik telah selesai memeriksa Habib Rizieq Syihab.

Dalam pemeriksaan, Argo mengatakan bahwa penyidik melayangkan 84 pertanyaan kepada Habib Rizieq.

“Dalam pemeriksaan penyidik memberikan 84 pertanyaan yang ditanyakan kepada tersangka MRS,” katanya saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Ahad (13/12/2020).

Ia menyebutkan bahwa pemeriksaan dimulai pukul 11.30 WIB dan selesai 22.00. Kemudian setelah selesai diperiksa dari penyidik membacakan kembali BAP tersebut.

“Ada beberapa yang diberpaiki atau ditambahi oleh tersangka, kita layani dengan baik,” tuturnya.

Saat ini, kata Argo, Habib Rizieq ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Penahanan ini akan dilakukan selama duapuluh hari.

“Penahanan dimulai tanggal 12/12/2020 selama 20 hari kedepan sampai tanggal 31 desember 2020. Secara obyektif, penahanan dilakukan karena ancaman pasal yang disangkakan di atas 5 tahun,” tuturnya.

“Lalu secara subjektif, penahanan dilakukan supaya tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatan,” pungkas Argo.