Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Heboh, Presiden Brasil Tolak Disuntik Vaksin, 'Bisa Jadi Buaya'

Heboh, Presiden Brasil Tolak Disuntik Vaksin, 'Bisa Jadi Buaya'
Fikroh.com - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro kembali memicu kehebohan melalui pernyataannya terkait pandemi virus corona. Pria yang sempat terinfeksi COVID-19 ini justru tidak belajar dari pengalamannya dan justru melontarkan serangan terhadap upaya vaksinasi virus corona yang tengah gencar disiapkan banyak negara.

Presiden Bolsonaro menebar keraguan seputar efek vaksinasi dengan menyatakan tidak ingin disuntik vaksin virus corona. Bahkan, ia menyebut efek samping virus corona dapat mengubah manusia menjadi buaya atau membuat wanita berjanggut.

Dilansir AFP dan Associated Press, Bolsonaro memang sejak awal pandemi selalu meremehkan bahaya virus corona yang membuat negaranya sempat mencatat kasus kematian tertinggi di dunia. Kini, ia bersikeras menyatakan dirinya tidak akan disuntik vaksin corona meskipun negaranya mulai meluncurkan program vaksinasi COVID-19 massal.

”Dalam kontrak Pfizer sangat jelas dinyatakan: 'Kami tidak bertanggung jawab atas efek samping apapun',” kata Bolsonaro dalam pernyataannya seperti dilansir dari France24, Sabtu (19/12). “Jika Anda berubah menjadi buaya, itu masalah Anda.”

”Jika Anda menjadi manusia super, jika seorang wanita mulai menumbuhkan janggut atau jika seorang pria mulai berbicara dengan suara feminin, mereka tidak ada hubungannya dengan itu,” sambungnya merujuk pada pihak produsen vaksin. “Atau lebih buruk, itu mempermainkan sistem kekebalan kita.”

Pernyataan Bolsonaro yang tak berdasar itu diungkapkan di tengah-tengah kabar baik peluncuran program vaksinasi corona di Brasil pada Rabu (16/12) waktu setempat. Dalam kesempatan itu, ia menyebut seluruh masyarakat Brasil akan mendapatkan vaksin COVID-19 gratis dan vaksinasi tidak diwajibkan.

Pengumuman Bolsonaro itu berlawanan dengan putusan Mahkamah Agung Brasil. Mahkamah Agung Brasil telah menyatakan bahwa vaksinasi virus corona wajib itu wajib namun tidak bisa 'dipaksakan' kepada warga.

Arti keputusan itu adalah otoritas Brasil akan memiliki kewenangan untuk menghukum denda warga yang enggan divaksin. Selain itu, mereka yang tidak mau divaksin juga dilarang mendatangi tempat-tempat umum sebagai gantinya.

Sebagai informasi, vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech tengah menjalani uji klinis di Brasil selama beberapa pekan. Kini, vaksin tersebut sudah mendapat izin penggunaan darurat dan mulai disuntikkan kepada warga sipil di Amerika Serikat (AS) dan Inggris.