Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

10 Kesalahan Pebisnis Pemula yang Berakibat Fatal

10 Kesalahan Pebisnis Pemula

Fikroh.com - Tidak ada yang salah menjadi pemula. Yang salah adalah kita sadar sebagai pemula tapi tidak mau berusaha menjadi pro. Saya juga dulu pemula, dan sekarang di Amerika pemula lagi. Bedanya saya berusaha agar kesalahan saya sebagai pebisnis pemula di Indonesia tidak terulang di Amerika.

Apa saja kesalahan pebisnis pemula? 

#1. Awal berbisnis terlalu fokus pada produk bukan pasar/market

Ini adalah kesalahan berjamaah paling umum. Terlalu bangga fitur produk: paling enak, paling bagus, paling murah, dan paling paling lainnya...

Baru kemudian sadar setelah penjualan sepi. Kok produk saya gak laku padahal paling bagus, paling enak, paling murah, paling...

Lupa bahwa bisnis yang utama adalah market centric. Fokuslah kebutuhan pasar. Termasuk didalamnya kebutuhan customer. Apa yang lagi tren, yang lagi dibutuhkan? Walaupun tren naik, pasar butuh belum tentu customer cari yang paling murah. Mungkin yang dicari yang paling aman walaupun harga relatif lebih tinggi. Misal vaksin Covid19. 

#2. Tidak mau investasi ilmu 

Saya sering mendengar ucapan teman teman membully "Ahlul workshop" jika ada temannya rajin ikut seminar. Bahkan ada yang komentar "Ngapain ikut workshop, Bill Gates gak ikutan workshop bisa kaya raya". Atau komentar "Mark Zuckerberg DO dari Halvard aja bisa kaya raya". 

Ada yang mereka lupa bahwa:

  • Bill Gates berkata minimal dia akan baca 1 buku perminggu. Dan dia sudah melakukannya lebih dari 30 tahun. Jadi minimal 1500 buku sudah dibaca. Belum lagi dia lulusan Amerika, network luas, dan etos kerja luar biasa ala Amerika. Nah kita???? Berapa buku bisnis yang udah kita baca??? SMA dulu lulusan mana? 
  • Mark Zuckerberg boleh saja DO. Tapi DO dari Harvard bossss... Artinya dia udah punya modal jenius. Dan teman kongkow dia Harvard bossss... Selain itu Mark juga pekerja keras. Kalo kita belum jenius, belum tentu lolos seleksi Harvard mau jumawa pasti sukses walopun gak nambah ilmu ya.... (Isi sendiri) 🤭

#3. Berfikir satu satunya cara membesarkan bisnis dengan menambah modal kerja terutama hutang

Jika saya menghadiri meeting pembinaan UMKM seringkali saya dengar pertanyaan untuk mendapatkan modal usaha dari pemerintah (hibah/hutang).

Padahal banyak cara untuk membangun bisnis tanpa nambah modal kerja uang/hutang.

Dulu di Indonesia saya mulai bisnis dengan modal awal 50 ribu. Di Amerika ini sebenarnya banyak sekali tawaran hibah dan hutang tapi sekalipun belum pernah kita ambil. 

Kita lebih memilih memaksimalkan modal intangible asset misal: keahlian, network, ide bisnis, dll. Lebih kecil resikonya untuk pebisnis pemula.

#4. Omset naik gaya hidup naik

Ini juga pernah saya lakukan dulu, begitu omset naik entah profit berapa cash berapa, langsung beli ini itu, gaya hidup naik juga. Trus kepedean nyicil ini itu, investasi ini itu, ekspansi sana situ. Begitu omset turun kelimpungan. Terlilit hutang dan bingung cicilan. 

Sekarang saya play safe. Biaya hidup maksimal 20% income. Tanpa cicilan. Beli sesuai kemampuan dan kebutuhan. Life below your mean guys 👌

#5. Scale up bisnis membabi buta tanpa menguatkan fondasi bisnis. 

Karena punya usaha satu rame, buka kedua rame, ketiga rame, walaupun baru setahun dua tahun usaha langsung nafsu buka cabang puluhan tanpa membenahi dan menguatkan sistem dan SDM yang ada. 

Memang betul bisnis yang baru tadi rame pembeli. Tapi belum tersistem jadi masih ruwet proses bisnisnya. 

Jika bisnis Anda sekarang walaupun ruame penjualannya tapi masih ruwet business process-nya dan anda sudah nekad duplikasi nambah cabang lagi maka artinya: 

Anda Sedang Menduplikasi Keruwetan 😂

#6. Superman bukan Superteam

Kartu nama keren dong tertulis jabatannya CEO alias Chief of Everything. Kabeh dikerjakno dewe wkwkwkwk 🤣

Ada beberapa alasan tidak mau membangun tim dan sistem:

  1. Sudah di zona nyaman kerja sentralistik malas ribet ngurus tim yang banyak.
  2. Perfectsionist alias gak mudah percaya dengan orang lain. Hanya yakin hasil bisa perfect kalo dikerjakan sendiri.
  3. Tidak punya ilmunya untuk membangun tim dan sistem. 
  4. Bisnis keluarga jadi memang yang mengerjakan ya keluarganya. Misal yang jualan istri, yang produksi suami dan anak anak membantu. 


#7. Tidak membedakan uang pribadi dan uang bisnis 

Ini termasuk yang paling bahaya. Misal dapat investasi modal/hutang langsung beli aset pribadi seperti rumah hunian atau liburan mewah. Padahal harusnya diputar untuk perkembangan bisnis. Gak heran akhirnya bingung bisnis ini uangnya kemana ya apalagi kalo vapak vapak tergiur dibuat nikah lagi wkwkwkwk 🙈

#8. Investasi bisnis untuk gaya gayaan aja

Ada pepatah Cina cocok untuk ini:

"Menempel bunga plastik di pohon mati"

Jadi Investasi bisnis tujuannya bukan menyehatkan atau pengembangan perusahaan. Tapi supaya terlihat keren walopun bisnis aslinya acak adul. Contoh termudah nih. Investasi untuk beli kantor baru yang mentereng, perabotan kantor mahal, mobil operasional mewah untuk Direktur, dll. Padahal uang tersebut bisa digunakan untuk beli mesin produksi, training karyawan, sistemasi bisnis, dll.

#9. Tidak faham bahasa bisnis yaitu FINANCE

Business is number. Semua keputusan bisnis dilakukan berdasarkan data dan angka terutama keuangan. Cara membaca kondisi real sebuah bisnis dengan memahami laporan keuangannya. Memahami bahasa bisnis itu wajib hukumnya bagi pebisnis supaya bisa mengambil keputusan bisnis tepat sesuai kondisi perusahaan. 

Jangan asal percaya laporan keuangan "katanya" profit. Coba cek dulu. Uang cash nya ada enggak? Ditangan kita atau masih ditangan customer? OCF nya positif atau negatif? 

#10. Tidak mencari mentor yang tepat 

Banyak pebisnis pemula ketika bisnisnya laris menjadi over confidence. Merasa mampu naik level menjadi pebisnis pro tanpa bimbingan mentor yang tepat.

Padahal tantangan dan ilmu yang dibutuhkan untuk level bisnis pemula dan pro sangat jauh berbeda. 

Itu sebabnya carilah mentor yang bisa memberikan short cut tips bisnis berdasarkan pengalaman nyata yang pernah dialaminya bukan sekedar teori textbook. 

Mencari mentor yang tepat tidak mudah dan mereka juga pilih pilih mentee. Yang terpenting selalu cari komunitas bisnis yang positif, ikutlah kelas kelas bisnis disana akan terbuka kesempatan bertemu mentor bisnis. 

Tapi hati hati jika ada mentor menjanjikan bisnis sukses kaya raya cepat itu biasanya mentor sesat wkwkwkwk 🤣

Semua kesalahan diatas pernah saya alami, jadi saya tuliskan supaya teman teman tidak ada yang mengalaminya lagi. Tetap semangat and see you on top!

Love from USA ❤️

Sumber: Fb Mba Dewi Kreckman