Pernyataan Resmi Tim Advokasi Kasus Cadar Tangerang

Fikroh.com - Perjalanan kasus pelepasan cadar muslimah asal Tangerang masih berlanjut. Tim Advokasi Muslim menjelaskan bahwa kliennya sepakat untuk meneruskan kasusnya ke ranah hukum. Berdasarkan keterangan dari tim advokasi terdapat beberapa point perkembangan yang bisa disampaikan ke publik. Berikut ini laporannya.

1. Alhamdulillah, korban dan keluarga korban sepakat untuk menindak lanjuti dengan proses hukum, mengingat pentingnya perkara ini, untuk pembelajaran kepada warga negara NKRI yang menghormati keberagamaan dan undang2 berlaku serta kaum Muslimin untuk tidak menistakan dan  melecehkan syariat Islam khususnya terkait dengan kehormatan wanita muslimah 

2. Secara pribadi pelaku sudah meminta maaf kepada korban via telpon dan korban sudah memaafkan, bahkan pelaku sudah mendatangi keluarga korban untuk meminta maaf kepada ibu bapak korban, dan keluarga korban sudah memberikan maaf 

3. Perdamaian dan permohonan maaf tidaklah menghapus unsur pidananya, untuk itu tim advokasi dengan fakta hukum yang ada akan menindak lanjuti proses hukum sebagaimana amanah dari korban dan keluarga, tentunya dengan mempertimbangkan maslahah dan mudlarat sebagaimana saran dan nasehat para asatidz.

4. Banyaknya para pihak yang sengaja mendiskreditkan korban dan keluarga korban, bahkan intimidasi secara langsung ataupun melalui sosial media adalah merupakan upaya pengaburan fakta dan pemutarbalikan kesaksian dan bukti, untuk itu, kepada kaum muslimin disampaikan untuk tidak terpengaruh dengan fitnah yang dihembuskan.

5. Bahwasanya Tim advokasi lebih mengedepankan fakta hukum secara obyektif, tidak berdasarkan karangan dan rekayasa, dan selain itu juga  melakukan upaya koordinasi dengan Majlis Ulama Indonesia kota Tangerang dan Pengurus Pusat Majlis Ulama Indonesia.

6. Pelaku dalam proses tabayun sudah mengakui secara sadar semua perbuatannya dan beberapa saksi sudah membenarkannya, keterangan korban  sudah sangat jelas,  inilah fakta hukum yang sebenarnya, adapun selain itu semua adalah pembelaan diri pelaku ataupun yang mendukung pelaku untuk membebaskan diri dari jeratan hukum.

7. Tim advokasi tidak bertanggung jawab dan tidak akan pernah melayani kontra opini yang dibuat oleh siapapun, termasuk kelompok penyusup dan kelompok manapun yang telah melakukan tindakan apapun terhadap pelaku tanpa koordinasi dengan korban,   keluarga korban dan juga tim advokasi, kecuali berdasarkan fakta hukum.

8. InsyaAllah laporan polisi akan dilakukan dalam minggu ini, mohon do'a dan dukungan dari seluruh kaum Muslimin.

9. Demikian rilis ini disampaikan  kepada semua pihak, untuk tidak dilakukan penambahan dan pengurangan.

Jakarta, 24 Rabiul Awwal 1442 / 10 Nopember 2020

Tim Advokasi 

Salim Abu Hijroh & Rekan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama