Resume Hasil Investigasi Tim Advokat Muslim atas Kasus Penarikan Cadar Secara Muslimah Tangerang
Foto ilustrasi muslimah bercadar

Fikroh.com - Beredarnya kabar seorang muslimah yang ditarik cadarnya secara paksa oleh seorang tokoh masyarakat di Tangerang mengundang reaksi umat islam. Demi menyelidiki fakta dilapangan tim advokasi muslim langsung menuju lokasi kejadian. Berikut ini beberapa point yang berhasil dihimpun selama dilakukan investigasi terhadap pelaku dan perwakilan keluarga korban. 

1. Bahwa, Jum'at, 20 Rabi'ul Awal 1422H/6 Nopember 2020, 

  • Pukul 10.00 wib tim lapangan sudah berada dilokasi untuk berkoordinasi dengan akh Arif seputar situasi yang berkembang dilokasi. 
  • Pukul 13.30  tim lapangan yang dikoordinir oleh Umar Abu Asad bertemu dengan advovat Mohammad yang datang dari cianjur untuk berkoordinasi menangani hal ini dalam kerangka hukum yang berlaku. 
  • Pukul 16.00 - 19.00 di Musholla al muhajirin, Malabar 3 Tangerang, telah terjadi pertemuan dalam rangka tabayun dan klarifikasi atas kasus penarikan cadar, dihadiri oleh sekitar 20 orang, dari masyarakat sekitar, pelaku, saksi-saksi, tim advokasi dan rombongan  

2. Tim advokasi bertiga dan keluarga korban, mendatangi TKP, rumah korban dan selanjutnya koordinasi dengan RT dan RW setempat dan minta izin untuk bertamu ke tempat pelaku (zarkasih 70 th) dan melihat  TKP akan tetapi melihat kondisi rumah tidak memungkinkan untuk pertemuan, pak RT, RW dan anak dari pelaku mempersilahkan untuk pertemuan di musholla al muhajirin. 

3. Setelah 30 menit menunggu, pelaku hadir di musholla, dan proses tabayyun dimulai dan diawali oleh Salim Abu Hijroh sebagai yang diminta oleh korban dan keluarga korban sebagai tim advokasi bersama advocat Muhamad, dibantu oleh Umar Abu Asadullah dan ikhwan lainnya dan hadir pula Arif Pribadi adik kandung korban 

4. Diawali dengan perkenalan, kemudian  disampaikan tujuan kedatangan tim yakni untuk klarifikasi dan tabayun atas kasus penarikan cadar terhadap sdri Patri Sulistyawarni oleh Zarkasyih (70 thn) pada hari Rabu, 4 Nopember 2020, jam 10.00 di depan rumah pelaku disaksikan oleh saksi 1 pemilik warteg dan saksi 2 bernama Gultom tetangga pelaku 

5. Ketika tim menanyakan apakah benar pelaku melakukan dengan sengaja penarikan cadar atas korban sampai cadarnya tersingkap dan jilbabnya semrawut dan nyaris lepas ? pelaku menyatakan tidak benar melakukan penarikan cadar sampai tersingkap dan jilbabnya nyaris terbuka akan tetapi hanya melakukan penarikan cadar sampai dibawah  mulut saja dan itupun dilakukan karena bersenda gurau, saksi 1 dan saksi 2 membenarkan pelaku.

6. Apakah benar pelaku menyampaikan ujaran kebencian terhadap cadar yang dipakai korban dengan ucapan melecehkan dan merendahkan ? pelaku menyangkal, kedua saksi menyatakan tidak mendengar

7. Apakah pelaku merasa bersalah atas hal diatas? pelaku tidak merasa bersalah dan tidak ada yang perlu dipersoalkan dan kalau mau dipersoalkan kemanapun silahkan, kata pelaku dengan suara tinggi

8. Apakah pelaku tahu syariat cadar? Apakah pelaku merasa bahwa apa yang telah dilakukan melecehkan syari'at? Pelaku merasa tahu tapi tidak merasa bahwa melecehkan syari'at cadar.

9. Arif pribadi atas nama keluarga korban menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaku dan pihak kelurga merasa tidak terima atas kejadian yang dilakukan oleh pelaku kepada saudara perempuannya dan menyayangkan pelaku sudah melecehkan syari'at.

10. Jeda sholat maghrib dan dilanjutkan kembali, pelaku menyatakan akan melakukan permohonan maaf kepada korban akan tetapi masih merasa tidak menyesal terhadap yang telah dilakukan karena merasa hanya bersend gurau dengan korban yang sudah sangat dikenalnya beserta keluarganya.

11. Proses klarifikasi bubar dan tabayun selesai dengan tertib, ketika tim tidak jauh dari musholla dan beranjak pulang, anak dari pelaku minta tim untuk kembali ke mushola, pelaku menyatakan ada yang hendak disampaikan kepada tim dan tim advokasi diwakili oleh Salim Abu Hijroh, advocat Muhamad, Umar Abu Asadullah mendatangi masjid.

12. Pertama, Pelaku menyatakan permohonan maaf kepada korban, mohon untuk disampaikan oleh tim, dan juga akan menyampaikan sendiri permohonan maaf kepada korban dan keluarganya, kedua,  pelaku menyatakan permohonan maaf kepada umat dan kaum muslimin kalaulah dianggap apa yang telah dilakukannya melecehkan syari'at, mohon kepada tim advokasi untuk membantu menyampaikan.

13. Tim advokasi menjawab, bahwa:

Yang telah dilakukan pelaku adalah satu kesalahan yang fatal terhadap korban ataupun kepada syari'at dan kaum Muslimin, adapun permohonan maaf ini hanya menjadi catatan untuk pembelajaran dan proses selanjutnya.

14. Adapun tindakan hukum dan langkah selanjutnya diserahkan kepada korban dan keluarga korban, kami tim advocat siap untuk membantu proses hukum.

15. Ditengah berlangsungnya pertemuan, hadir segerombolan pemuda yang tidak kami kenal dan nimbrung dalam proses tabayun dan kita sebut penyusup karena tidak jelas dari mana berasal dan motif kehadirannya.

16. Ditengah perjalanan sekitar, jam 21.00 arif pribadi menghubungi tim via wa, ada puluhan warga berkerumun didepan musholla dan rumah korban, dan menanyakan nomer kontak korban, akan tetapi ditolak dan tim advokasi koordinasikan dengan aparat keamanan setempat via telpon.

Resume Hasil Investigasi Tim Advokat Muslim atas Kasus Penarikan Cadar Secara Muslimah Tangerang
Tim advokat bersama pelaku

Demikian resume sementara dari investigasi yang telah dilakukan oleh tim advokasi muslim Indonesia. Semoga informasi ini bisa dipahami dengan baik oleh publik dan tidak ada kesimpangsiuran berita.

Tim Advokasi : Salim Abu Hijroh, Muhammad Rizki Abdullah 

Dibantu oleh : Umar Abu Asadullah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama