Semangat Perjuangan, Keteladanan,  Dan Persaudaraan Dalam Raker Dewan Da’wah

 

Apabila anda telah melihat munculnya hilal, yakinlah sebentar lagi purnama akan menjelma.


Fikroh.com - Kepengurusan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (Dewan Da’wah) masa khidmat 2020-2025 terus bergerak cepat.  Selama dua hari (17-18 Oktober 2020) para pengurus melaksanakan Rapat Kerja. Ada 20 lebih bidang dakwah yang menyampaikan program kerjanya.

Bidang-bidang itu mencakup: Bidang Luar Negeri, Wakaf dan Zakat, Pendidikan, Pemberdayaan Organisasi Daerah, Pembinaan Dai, Kaderisasi Ulama, Politik Hukum dan HAM, Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Pertanian, Ekonomi, Kerukunan Umat Beragama, Fatwa, Ghazwul Fikri, Kominfo, Bina Pesantren, Bina Keluarga, Bina Da’wah Kampus, dan Bina Masjid, serta Dakwah Khusus. Juga, presentasi program kerja dua badan otonom, yaitu: Muslimat Dewan Da'wah dan Pemuda Dewan Da'wah.

Sejak tahun 2005 saya sudah aktif dalam kepemimpinan Dewan Da’wah. Ketika itu saya dipercaya memimpin bidang Ghazwul Fikri. Tahun 2010-2020, saya diamanahi menjadi salah satu anggota Badan Pembina Dewan Da’wah. Dan pada 22 September 2020, secara resmi mendapat amanah sebagai Ketua Umum Dewan Da’wah masa khidmat 2020-2025.

Alhamdulillah, dalam waktu sebulan, penyusunan kepengurusan dan sejumlah masalah penting telah terselesaikan. Banyak masalah lain yang menunggu untuk diatasi. Dan yang lebih penting adalah menyusun program kerja lima tahun kedepan. Syukurlah, Dewan Da’wah telah memiliki LIMA panduan gerak dakwah: mengokohkan aqidah, mempererat ukhuwah, menegakkan syariah, menjaga NKRI, dan peduli masalah dunia Islam.

Dewan Da’wah pun memiliki “teladan da’wah” yang hebat, yakni Mohammad Natsir, pendiri dan sekaligus pemandu perjalanan Dewan Da’wah selama 26 tahun. Pemikiran, perjalanan hidup,  serta jejak langkah perjuangan Pak Natsir masih terjaga dengan baik. Setelah saya telusuri, ditemukan 74 judul buku Pak Natsir. Kabarnya masih ada puluhan lagi yang belum tercatat. Buku-buku ini insyaAllah akan kami terbitkan lagi dalam format yang lebih menarik, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas, termasuk oleh generasi milenial.

Alhamdulillah, selama Rapat Kerja dua hari, kami mendapatkan banyak cerita tentang keteladanan Pak Natsir. Dalam kepengurusan Dewan Da’wah kali ini, ada senior kami, KH A. Wahid Alwi (73 tahun), yang selalu memandu dan memberikan taushiyah-taushiyah penting. Beliau adalah seorang kader terbaik Pak Natsir yang banyak mendapat kepercayaan untuk menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh penting di Timur Tengah.

Pak Wahid adalah pribadi yang lurus dan menjadi contoh bagi kami-kami yang lebih muda dari beliau. Selama bertahun-tahun berinteraksi dengan beliau, ada saja cerita-cerita baru tentang keteladanan Pak Natsir dalam dakwah. Dalam umurnya yang tidak muda lagi, beliau aktif mengikuti Raker selama dua hari penuh.

Selain Pak Wahid Alwi, ada Dr. Mohammad Noer dan H. Amlir Syaifa yang juga tokoh senior di Dewan Da’wah. Umur mereka juga sudah 70 tahunan. Sebagai Wakil Ketua Umum, mereka mengkoordinasikan sejumlah bidang-bidang dakwah. Para tokoh senior ini pun menjadi pemandu penting bagi arah perjalanan Dewan Da’wah. Semangat mereka sangat luar biasa; benar-benar menjadi contoh bagi pengurus lainnya.   

Di tengah-tengah Raker, kami mendapatkan kabar bahwa Ketua Pembina Dewan Da’wah, Prof. KH Didin Hafidhuddin harus menjalani perawatan jantung. Beliau tidak dapat membersamai kami. Alhamdulillah, penanganan jantung beliau berjalan dengan baik, dan beliau tampak sehat kembali.

Dari jajaran Pembina Dewan Da’wah, hadir Bpk. Hardi Arifin (81 tahun), Pak Muhammad Siddiq (78 tahun), dan Dr. Saifuddin Bahrum. Ketua Pengawas, Bpk. Bachtiar Bakar pun secara penuh mengikuti Raker selama dua hari itu. Di tengah-tengah Raker, Pak Bachtiar Bakar membacakan sebuah syair: “Idzaa raaita al-hilaala numuwwahu, aiqanta an-satashiiru badran kaamilan.”(Apabila anda telah melihat munculnya hilal, yakinlah sebentar lagi purnama akan menjelma).

Jadi, selama dua hari, kami merasakan semangat persaudaraan dan semangat perjuangan yang sangat tinggi. Apalagi, persiapan Raker dilakukan dengan sangat baik oleh Sekjen Dewan Da’wah, Pak Avid Solihin. Beliau seorang pakar manajemen dalam teori dan praktik yang selama puluhan tahun berkiprah dalam mengatur organisasi Dewan Da’wah. Beliau adalah menantu Bpk. Buchori Tamam, Sekretaris Umum Dewan Da’wah yang terkenal ketekunannya di masa kepemimpinan Pak Natsir.

Jadi, selama dua hari, raker Dewan Da’wah dipenuhi dengan penyampaian gagasan-gagasan besar tentang rencana dakwah ke depan. Anak-anak muda yang memimpin bidang-bidang dakwah pun sangat bersemangat dan tampak profesionalitas mereka. Banyak diantara mereka yang merupakan dai-dai favorit di kalangan umat. Maka, sering kali terjadi, penyampaian program seperti arena ceramah yang diwarnai dengan humor-humor yang menyegarkan.

Banyak sekali pimpinan bidang yang merupakan sarjana dakwah lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir dan doktor-doktor lulusan Universitas Ibn Khaldun Bogor.  Hal ini menunjukkan keberhasilan program kaderisasi di lingkungan Dewan Da’wah.

Pada acara pembukaan, saya menyampaikan presentasi tentang “Peran Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia dalam Mewujudkan Indonesia Adil dan Makmur 2020-2045.”  Saya mengajak para pengurus Dewan Da’wah untuk berpikir jauh ke depan;  bagaimana melahirkan generasi umat yang tangguh untuk menyambut 100 tahun Indonesia – saat dimana Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu dari empat kekuatan ekonomi dunia.

Tahun 2020 ini adalah titik penting dalam menyongsong masa depan Indonesia yang adil dan makmur dalam naungan ridho Allah SWT. Melihat kondisi global saat ini – dengan kegagalan Liberalisme dan Komunisme dalam memberikan solusi kehidupan bagi umat manusia – maka terbuka luas peluang umat Islam untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang adil dan penuh Rahmatan lil-alamin.

Di sinilah Dewan Da’wah memiliki peluang dan tanggung jawab besar untuk turut membangun dan mewujudkan Indonesia adil dan makmur. Ini bukan mimpi kosong. Di masa lalu, para dai yang datang ke Nusantara ini telah berhasil mengislamkan negeri seluas ini. Juga, selama ratusan tahun, para pejuang kita berhasil mewujudkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Peran Mohammad Natsir dalam mengembalikan keutuhan NKRI melalui Mosi Integralnya menjadi contoh teladan kiprah seorang negarawan. Tentu, langkah ke depan bukan mimpi kosong.

Dewan Da'wah saat ini memiliki perwakilan di 32 provinsi, mengelola 17  kampus dakwah, dan ratusan dai yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara. Keluarga Besar Dewan Da’wah saat ini juga mengelola ratusan bahkan ribuan lembaga pendidikan dan masjid-masjid, meskipun tidak secara struktural berada dalam naungan organisasi Dewan Da’wah.

Jadi, mohon doanya! Semoga Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia menjadi organisasi dakwah teladan yang memberi manfaat besar bagi kemaslahatan umat Islam dan bangsa Indonesia.  (Depok, 19 Oktober 2020).

Oleh: Dr. Adian Husaini

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama