Mesut Ozil Sampaikan Dukungan, Nagorno-Karabakh Milik Azerbaijan

Fikroh.com - Pesepakbola Jerman-Turki Mesut Ozil telah menyuarakan dukungannya untuk Azerbaijan atas konflik Nagorno-Karabakh yang disengketakan, hanya beberapa hari setelah mantan rekan setimnya di Arsenal Henrikh Mkhitaryan mendesak para pemimpin dunia untuk membela Armenia.

Pada hari Selasa Ozil memposting di Twitter, “Masalah Azerbaijan adalah masalah kami, kegembiraannya adalah kegembiraan kami.”

“Satu bangsa, dua negara,” tulis pesepakbola itu, memposting emoji bendera Turki dan Azerbaijan.

Nagorno-Karabakh adalah daerah yang dihuni etnis Armenia di dalam wilayah Azerbaijan berpenduduk 150.000 orang, dikelola oleh separatis Armenia yang didukung oleh Yerevan. Selama beberapa dekade, para separatis berusaha untuk memisahkan diri dari Azerbaijan dan menjadi bagian dari Armenia.

Meskipun kawasan itu telah mengalami bentrokan selama beberapa dekade, pertempuran dalam beberapa pekan terakhir sangat intens dan melibatkan aktor asing.

Ankara secara terbuka mendukung Baku. Middle East Eye melaporkan pekan lalu bahwa Turki sengaja menyimpan pesawat tempur F-16 di Azerbaijan sebagai “pencegah serangan Armenia”.

Sementara itu, Rusia memiliki pakta pertahanan dengan Armenia, dan pekan lalu Moskow merundingkan gencatan senjata di wilayah tersebut. Namun, kedua belah pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan hanya beberapa menit setelah diberlakukan.

“Bagi saya, penting bagi setiap orang di dunia untuk mengetahui fakta bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara legal dan internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, namun saat ini diduduki secara ilegal,” kata Ozil.

“Pada Maret 2008, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi yang menegaskan kembali integritas wilayah Azerbaijan dan menuntut penarikan pasukan Armenia. Oleh karena itu saya hanya mendesak agar keputusan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ditegakkan dan diakui oleh semua orang. ”

Dia mengatakan bahwa dirinya berbagi keprihatinan PBB tentang konflik bersenjata yang membahayakan perdamaian dan keamanan internasional.

“Mari mencapai perdamaian dan bekerja menuju masa depan yang adil, dan tanpa kekerasan. Setiap kematian di kedua sisi adalah kerugian bagi semua orang,” pungkas bintang Arsenal itu.

Dukungan Ozil untuk Azerbaijan bukanlah intervensi pertamanya dalam masalah politik dan kemanusiaan; pesepakbola Arsenal itu secara terbuka mengutuk tindakan keras China terhadap Muslim Uighur awal tahun ini.

Dia juga keluar dari tim sepak bola nasional Jerman setelah Piala Dunia terakhir, dengan alasan “rasisme dan rasa tidak hormat” setelah pertemuannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Pada bulan Juni tahun lalu, Erdogan menjadi pendamping pria di pernikahan Ozil dengan mantan Miss Turki Amine Gulse.

Sumber: Middle East Eye

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama