Indonesia Menginginkan lebih banyak Ekspor Tekstil ke Turki

Fikroh.com - Pemerintah Indonesia, serta produsen dan eksportir tekstil, mengatakan Rabu bahwa mereka berharap dapat mengekspor lebih banyak produk mereka ke Turki.

Turki memiliki potensi besar sebagai negara tujuan ekspor karena letaknya yang strategis meskipun banyak hambatan ekspor tarif dan nontarif yang dihadapi produk tekstil Indonesia.

"Turki adalah hub penting untuk memasuki pasar di Timur Tengah, Eropa, dan Afrika utara," kata Didi Sumedi, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Turki juga merupakan salah satu produsen tekstil dan pakaian terbesar di dunia. Indonesia berpeluang untuk meningkatkan pasokan bahan baku seperti serat stapel sintetis, yang merupakan ekspor terbesar negara itu ke Ankara pada tahun 2019, senilai $ 366 juta (TL 3 miliar).

“Untuk menggenjot ekspor tekstil, negara sedang mengerjakan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA) untuk menghindari tambahan tarif,” lanjutnya.

Didi mencatat Turki merupakan negara tujuan ekspor terbesar keenam produk tekstil Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total ekspor tekstil ke Turki mencapai $ 168,9 juta dari Januari hingga Agustus tahun ini.

Ekspor tekstil Indonesia ke Turki masih menghadapi banyak hambatan, meski menjadi salah satu andalan perdagangan negara dengan Turki.

Nilainya turun 49,79% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai $ 333,6 juta.

Menurut Didi, nilai ekspor produk tekstil Indonesia ke Turki mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Pada 2018, total ekspor tekstil mencapai $ 489,8 juta, sedangkan pada 2017 nilainya mencapai $ 537,1 juta.

Dia mengatakan penurunan nilai ekspor disebabkan tarif yang diberlakukan Turki untuk melindungi pasar domestiknya.

Peluang ekspor

Sementara itu, Jemmy Sastraatmaja, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), mengatakan Turki merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar benang pintal Indonesia dan akan terus menjadi pasar yang penting.

Eric Nababan, Atase Perdagangan Indonesia untuk Turki, mengatakan Turki terus melindungi pasar domestiknya dengan menerapkan trade remedies.

Nababan mengatakan ekspor Indonesia ke Turki turun pada 2020 dengan total ekspor pada Januari-Agustus mencapai $ 671 juta dibandingkan dengan $ 795,4 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, total perdagangan kedua negara juga turun menjadi $ 856,9 juta pada Januari-Agustus dibandingkan tahun lalu $ 1,02 miliar.- Daily Sabah.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama