Tips Memakmurkan Masjid Di Era Modern

Fikroh.com - Di Indonesia masjid maupun mushola hampir tak terhitung lagi jumlahnya. Sangat banyak. Terbentang dari sabang sampai merauke. Di plosok-plosok hingga kota. Berdiri dengan megah bangunan masjid dengan berbagai ukuran dan ornamen yang menghiasinya.

Kondisi ini jelas patut kita syukuri karena ini pertanda kesadaran umat untuk membangun tempat ibadah sangat tinggi. Namun dibalik itu, ada persoalan yang mengusik hati. Kemegahan dan keindahan masjid tidak dibarengi dengan program yang memadahi. Wal hasil masjid sepi dan hanya ramai saat tiba waktu shalat saja. Itupun dengan jamaahnya yang tidak sebanding dengan jumlah warga sekitarnya.

Lalu bagaimana membuat masjid menjadi makmur dan disukai oleh masyarakat?Ada beberapa trik untuk memakmurkan masjid yang bisa dicoba berdasarkan pengalaman yang telah berhasil diterapkan di beberapa masjid, diantaranya :

1). Tegakkan shalat berjama’ah lima waktu di masjid tersebut. Semua warga (laki-laki) diupayakan untuk shalat berjamaah di masjid. Sediakan juga tempat khusus bagi wanita jika ada sebagian mereka ingin ikut shalat berjamaah. Bila memungkinkan, tujuklah imam tetap yang bacaannya baik (mujawwadah) dan merdu.

2). Usahakan ada kajian rutin minimal satu pekan sekali, maksimal dua pekan sekali dengan materi yang sistematik meliputi berbagai tema, seperti : aqidah, fiqh ibadah, dan akhlak. Sebisa mungkin kajian terarah dengan merujuk kepada kitab tertentu walaupun pada tahap penyampaiannya dengan semi tematik untuk menyesuaikan dengan latar belakang dan kondisi masyarakat setempat. Pilihlah kitab-kitab yang masyhur di tengah masyarakat dan dipercaya oleh mereka, seperti : Arbain Nawawiyyah, Riyadhus Shalihin, tafsir Jalalain/Ibnu Katsir, Safinatun Najah (fiqh), Ta'limul muta’allim/Tadzkiratus Sami’ (adab) dll. Ambil waktunya bakda shalat maghrib, atau isya’ atau shubuh.

3). Peserta kajian dimaksimalkan dari masyarakat setempat terlebih dahulu. Kalau perlu pada kajian perdana, tiap warga diusahakan diundang secara resmi oleh takmir dengan surat. Hal ini akan memberikan kesan lebih beradab dan menghormati serta merasa ‘diorangkan’. Jika sudah berjalan, cukup secara lisan. Bila warga setempat sudah mapan, baru buka kajian untuk umum bagi umat muslim.

4). Sebisa mungkin disediakan minimal snack (makanan ringan) dan teh/kopi panas untuk peserta kajian. Jika disedikan makan, tentu lebih baik. Sekali-kali diadakan makan besar. Ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan masjid. Jangan lupa, edarkan kontak infaq sukarela untuk menunjang berbagai kegiatan yang ada.

5). Hendaknya melibatkan warga sekitar terutama orang-orang yang ditokohkan dalam kepengurusan masjid. Mengajak mereka untuk memusyawarahkan berbagai progam yang ada serta melibatkan warga sekitar dalam menjalankan program-program dakwah yang telah disepakati.

6). Hidupkan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) baik untuk anak-anak ataupun dewasa. Bila mampu, datangkan guru yang profesional.

7). Selenggarakan shalat jum’at bila jumlah peserta yang ahli jum’at berjumlah 40 orang atau lebih. Dengan adanya shalat jumat, berarti ada tambahan siraman rohani pekanan. Dan biasanya juga ada pamasukan dari kotak infaq untuk mengcover operasional kegiatan masjid.

8). Adakan musyawarah rutin atau berkala yang melipatkan seluruh pengurus takmir masjid. Dan sekali-kali ajak seluruh masyarakat untuk tema yang berkaitan dengan moment-moment tertentu, seperti hari raya idul fitri/idul adha, zakat fitrah, penyembelihan hewan qurban, dll.

9). Adakan kegiatan lain di luar keagamaan yang bisa mempererat ukhuwah di antara jamaah masjid serta bisa menjadi media untuk menjalin komunikasi lebih intens seperti bersepeda bersama, atau yang semisalnya.

10). Kondisikan masjid adalah milik bersama, jangan sampai ada kesan ‘dikuasi’ oleh orang atau pihak atau golongan tertentu. Karena kalau suatu masjid sudah ada kesan “eksklusif”, biasanya warga sekitar akan enggan untuk mendekat apalagi untuk shalat berjamaah.

Point-point di atas sudah pernah kami coba di beberapa masjid yang kami bina dalam kurun waktu beberapa tahun, dan hasilnya alhamdulillah sangat mengembirakan. Semoga bisa menginspirasi para pengurus masjid/DKM secara khusus, dan umat muslim secara umum. Selamat mencoba ! Semoga berhasil. Barakallahu fiikum.

Oleh: Ust. Abdullah Al-Jirani

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama