Tinggalkan Syiah, Tajul Muluk Dibaiat Kembali ke Aswaja

Fikroh.com - Ali Murtadho alias Ustad Tajul Muluk beserta pengikutnya pengungsi Syiah yang berada di rusun Puspa Agro, Jumondo, Sidoarjo sepertinya bisa pulang dan akan kembali ke kampung halamannya di Desa Karang Gayam Kecamatan Omben dan Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang.

Para pengungsi bisa balik setelah syarat utama untuk kembali kepada ajaran Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) telah diterima Tajul muluk dkk.

Keinginan untuk kembali ke Aswaja atau Sunni, itu dibuktikan dengan surat bermaterai 6000 perihal permohonan baiat kembali ke Aswaja yang ditujukan kepada Bupati Sampang, H.Slamet Junaidi, ditandatangani oleh Ali Murthado tertanggal 10 September 2020.

Dalam isi surat tersebut menegaskan bahwa Tajul Muluk beserta keluarganya termasuk pengikutnya siap sedia dibaiat.

“Keinginan untuk kembali ke Aswaja ini sebenarnya sudah dua tahun yang lalu, tetapi tekat bulat untuk mengirim surat permintaan baiat kepada Bapak Bupati sekitar Maret-April 2020 kemarin,” ucap Tajul Muluk, saat ditemui di pengungsian Rusun Puspo Argo, Jemundo, Sidoarjo, Senin (21/9/2020).

Tajul juga menceritakan selama mempertahankan keyakinanya terhadap faham Syiah, itu semua adalah bagian dari proses pencarian kebenaran dan pembuktian. Sebab, semua faham dia pelajari termasuk Syiah yang kala itu baru masuk pasca revolusi di Iran.

Kemudian, Setelah berhasil mengumpulkan dokumen, maka dirinya sepakat bahwa Syiah menyimpang dari ajaran agama. Karena tidak mengajarkan kasih sayang dan kebaikan.

“Syiah itu secara akidah sesat,” singkatnya.

Meski demikian, Tajul beserta pengikutnya menegaskan bahwa kembalinya ke ajaran Aswaja bukan semata-mata ingin pulang ke Sampang. Melainkan, memang diyakini bahwa ajaran Syiah sesat. Sehingga, meski nantinya ditolak untuk kembali ke Sampang. Tajul Muluk beserta pengikutnya tetap meninggalkan ajaran Syiah dan kembali ke Sunni di manapun berada.

“Dilarang kembali ke Sampang atau tidak kami tetap meminta untuk dibaiat kembali ke ajaran Ahlussunah Wal Jamaah,” imbuhnya.

Tak hanya itu, bukti bahwa Tajul Muluk bertekat untuk kembali ke Aswaja juga dikuatkan dengan penarikan 51 anak pengungsi dari lembaga-lembaga pendidikan Syiah, lalu dipindah ke Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo dan Tebu Ireng.

“Harapan kami segera dilakukan baiat, syarat apapun yang diinginkan oleh kyai akan kita patuhi selama itu demi kebaikan,” harapnya.

Sumber: Beritajatim

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama