Fikroh.com - Keputusan turki untuk meneruskan eksplorasi dan observasi Gas dan Minyak di laut mediterania sudah sesuai semua hukum internasional. 

Keputusan turki untuk tidak mau melakukan konsesi apapun dengan semua pihak yang bersengketa sudah tepat.

Hak turki di laut mediterania semua dibawah payung hukum maritim internasional, tidak ada yang di langgar.

Negara negara semacam yunani, mesir, UAE, atau prancis yang mencoba masuk mengganggu hak turki disana adalah illegal.

Wilayah wilayah dimana Turki melakukan eksplorasi dan observasi adalah wilayah yang masuk kedaulatan turki secara sah dan meyakinkan. 

Negara negara yang mengklaim wilayah mereka dan mencoba "merampok" hak hak turki adalah kejahatan yang memang sudah semestinya di lawan oleh turki. 

Prancis, mesir, atau UAE yang mencoba mmprovokasi Yunani agar berperang dengan turki di laut mediteranian telah melakukan tekanan illegal dan mencoba merampas hak hak turki disana.

Keputusan Erdogan untuk tidak mundur selangkah pun adalah sah dan sudah sesuai dengan national interest turki dalam bingkai kedaulatan negara.

Erdogan dengan wapres Turki Fuat Oktay secara jelas mengatakan bahwa turki akan melawan segala bentuk arogansi yang ingin merampas hak hak turki.

Keputusan uni eropa yang ingin menjatuhkan sanksi kepada turki tidak akan bernilai apa apa jika turki kokoh melawan.

Erdogan berkali kali mengatakan bahwa siapa saja yang mencoba membawa Yunani ke hadapan tentara turki. Mereka harus siap dengan konsekuensi yang serius.

Erdogan mengulang hal ini lagi kemarin malam dengan mengatakan, siapa saja yang mencoba membawa yunani untuk berperang dengan turki sama sama akan bernasib sama dengan yunani.

Turki selalu menghormati hukum internasional dan jalan diplomasi. Tapi di saat yang sama turki selalu memegang prinsip kedaulatan dan martabat negara saat berhadapan dengan siapapun.

Keputusan eropa dan yunani yang ingin mengirim paus vatikan agar melakukan negosiasi dengan turki disambut positif oleh turki sebagai adab dalam hubungan internasional. 

Tapi tidak berarti turki akan tunduk dibawah tekanan paus vatikan dalam hal hal kedaulatan turki. Artinya turki welcome jika paus mau memediasi masalah ini, tapi jangan berharap turki bisa di tekan oleh pihak manapun.

Erdogan menyambut baik siapa saja yang mau melakukan dialog dengan turki termasuk paus fransiskus. Tapi erdogan selalu menekankan bahwa turki tidak akan menyerahkan hak nya kepada siapapun dan tekanan pihak manapun.

Kebiasaan Eropa yang suka main keroyok dengan memanfaatkan negara negara muslim lain yang benci kepada Turki semisal mesir, UAE, arab saudi dkk tidak akan berpengaruh banyak mengingat ketegasan sikap turki tidak pernah goyah.

Pengaruh Turki di kawasan dan dunia semakin meningkat saat ini. Inilah tujuan utama kenapa negara negara eropa terutama prancis dan jerman ingin pengaruh ini di redam. Langkah ini pasti akan gagal.

Negara negara islam lain yang kalah saing dengan turki di kawasan semisal mesir, emirat, saudi cs berupaya membendung turki dengan memanfaatkan negara kuat eropa lain. Langkah ini juga akan gagal.

Meningkatnya pengaruh Turki di libya juga menjadi kekahwatiran negara eropa dan sekutu mereka di timur tengah. Terlebih setelah pengumuman penemuan 320Milyar meter kubik gas oleh turki dua pekan lalu.

Meningkatnya pengaruh Turki di libya saat ini meningkat drastis. Dalam pekan ini Bank sentral Turki dan Bank sentral Libya menandatangani banyak perjanjian kerjasama proyek proyek besar di libya yang akan di garap oleh Turki.

Meningkatnya pengaruh Turki di kawasan juga dunia membuat banyak kekuatan ingin menghentikan laju turki salah satunya dengan memanfaatkan isu sumber daya alam di laut mediterania ini.

Saya melihat, semua kekuatan negara negara diatas yang di belakangnya di support oleh AS, Israel cs akan tetap menemui jalan buntu.

Kesabaran erdogan dalam membangun turki 18tahun terkahir membuat turki hari ini sudah sangat sulit di taklukkan termasuk oleh eropa. Apalagi oleh negar negara lemah semacam Saudi, Mesir, UAE dkk. Mereka semua bukan lawan yang sepadan di hadapan militer turki dan ketegasan Erdogan.

Tengku Zulkifli Usman. 

Analis Politik Dunia Islam Internasional.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama