Fikroh.com - Point ketiga yang patut dianggap sebagai tanda kemenangan Taliban adalah, Kesepakatan damai Taliban dan Amerika itu hampir sama persis dengan kekalahan Rusia pada tahun 1990 an.

Kedua negara super power di zamannya itu bertekuk lutut di bawah kaki bangsa miskin Afghanistan setelah mengerahkan segala upaya dan belasan tahun berusaha.

Bahkan misalpun Amerika membatalkan kesepakatan damai kemarin, Tetap saja momentum Februari 2020 merupakan kemenangan Taliban!

Tidak pernah satu kalipun mereka minta damai. Inisiatif dan tawaran perdamaian datangnya dari musuh yang terpaksa menyerah karena lelah dan kehabisan segalanya hanya untuk meraih angan-angan kosong.

Bahkan Mullah Akhtar pernah bilang,

"Terbetik pun tidak pernah di benak kami untuk mengajukan perdamaian."

Berkalang tanah lah kami diinjak jasad ini oleh kaki para penjajah.

Mati sebagai syuhada.

Demi menjunjung tinggi perintah Allah untuk terus berjuang dan jangan mundur !"

Kini pemerintah Kabul kacungnya Amerika hampir pasti akan ditinggalkan tuannya. Banyak pejabatnya yang ketakutan. Beberapa sudah lari ke negara lain.

Sebabnya meski telah disepakati perdamaian antara Amerika dengan Taliban, Tapi antara Pemerintah Kabul dengan Taliban belum ada kesepakatan apapun yang mengikat.

Pembebasan anggota Taliban dari penjara-penjara pemerintah Kabul hanya sebagai implementasi kesepakatan Amerika dengan Taliban, Sama sekali bukan keinginan pemerintah Kabul.

Berkali-kali mereka menunjukkan keengganan melaksanakan klausul-klausul tersebut. Makanya berkali-kali pula Taliban mengancam dengan menyerang pos-pos militer pemerintah Kabul.

Dan memang permintaan Taliban terkait pemerintah Kabul adalah agar Amerika meninggalkan keduanya bertarung sendiri sebagai sesama bangsa Afghanistan.

Taliban menuntut nasib bangsa mereka diselesaikan sendiri tanpa campur tangan asing. Mereka ingin berjibaku sampai akhirnya Allah tentukan siapa yang akan memenangkan pertarungan. Apakah panji Allah atau panji pemerintahan bad looking.

Kini pemerintah Kabul dijepit dua kekuatan besar :

  • Amerika yang memaksa pembebasan anggota Taliban dari penjara-penjara pemerintah Kabul.
  • Juga invansi-invansi Taliban yang makin agresif berusaha menguasai seluruh wilayah Afghanistan.

Pemerintah kabul bagai memegang buah simalakama. Tidak membebaskan anggota Taliban sama artinya melawan tuannya.

Tapi tawanan-tawanan yang baru dibebaskan itupun langsung bergabung dengan unit komandonya menyerang pemerintah Kabul yang baru saja membebaskan mereka.

Memang begitulah nasib kacung di akhir hayat. Terhina di hadapan kawan dan lawan.

Apes !

Perang sengit antara pemerintah Kabul versus Taliban masih berlangsung seperti biasa. Bedanya, Amerika tidak lagi banyak membantu pemerintah Kabul.

Mereka hanya fokus pada pengamanan pos-pos militer dan personilnya saja. Pemerintah dan militer Kabul dibiarkan kocar-kacir dihantam gelombang serangan mengerikan tanpa ampun yang dilancarkan Taliban !

Maka itu, Meski telah terjadi sejak sebelum tercapai perdamaian antara Amerika dengan Taliban, Tapi pasca perdamaian tersebut intensitasnya meningkat pesat. Ribuan pasukan milliter pemerintah Kabul terus membelot dan menyatakan baiat pada Taliban.

Mereka sebetulnya hanya warga miskin yang butuh makan dan mencari pekerjaan dengan menjadi tentara pemerintah Kabul. 74l1b4n menerima mereka dengan baik dan dimaafkan tapi harus memenuhi beberapa persyaratan. Antara lain harus menjalani beberapa pertempuran di bawah panji hitam tauhid melawan bekas kesatuannya dahulu.

Sampai hari ini baku bunuh antara keduanya tetap sengit terjadi. Tapi semakin hari pemerintah Kabul semakin terdesak ! Dulu saja ketika masih dibantu habis-habisan dan bahu membahu bertempur bersama tentara Amerika mereka akhirnya kalah.

Bagaimana pula hari ini ketika sudah mulai ditinggalkan Amerika yang takluk pada Taliban ?!.

Amerika tentu tidak bodoh. Meski mundur dan menarik pasukannya, Mereka tetap meninggalkan senjata-senjata berat dari segala jenisnya bagi pemerintah Kabul.

Mulai senapan serbu ringan sampai jet-jet tempur serta pesawat-pesawat pembom masih tersimpan rapi di basis-basis militer pemerintah Kabul. Dan suplai persenjataan tersebut sepertinya tidak akan berhenti.

Amerika akan tetap memancing di air keruh. Kalau tidak bisa datang langsung bikin kacau di negeri orang, Minimal mereka bisa membuat pertikaian terus terjadi sehingga melemahkan bangsa dan negara tersebut.

Tapi semua orang tau dan sadar, Serta telah dibuktikan oleh sejarah, InsyaAllah tidak seorang kafir dan murtadpun yang sanggup melawan kehebatan pasukan Islam Afghanistan, Yang insyaAllah telah Allah janjikan sebagai PANJI HITAM DARI KHURASAN !

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama