Jawaban untuk Pertanyaan 'Dimana Neraka'?

Fikroh.com - Surga dan Neraka Haq. Meyakini keberadaannya adalah syarat sempurnanya iman. Mengingkarinya menggugurkan iman. Namun dimanakah neraka jika ada surga, atau sebaliknya dimana surga jika ada neraka? Untuk mengetahui jawabannya lanjutkan membaca penjelasan Syaikh Yusuf Qordowi dalam fatwanya di bawah ini.

Allah berfirman: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang bertaqwa". (Ali Imran: 133)

Kalau dalam ayat di atas disebutkan bahwa surga itu luasnya seluas langit dan bumi, bagaimana dengan neraka? Di manakah letaknya?

Sebenarnya yang disebut alam semesta ini tidak hanya terbatas pada langit dan bumi. Pengetahuan kita memang sangat terbatas mengenai alam ini. Masalah langit dan planet lain selain bumi kini tengah menjadi bahan penelitian ilmu pengetahuan modern. Salah satu menemuan dari hasil penelitian ini ialah mengenai ukuran jarak antara bumi dengan planet lain, yakni dengan berjuta-juta tahun cahaya. Jarak antara kita dengan sebagian bintang bisa mencapai berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar tahun cahaya.

Kalau dikatakan luas surga seluas langit dan bumi, ini tidak berarti bahwa Allah tidak berkuasa menggambarkan luas letak neraka. Bahkan lebih dari itu pun Allah sangat berkuasa.

Pertanyaan 'di manakah neraka?' ini adalah pertanyaan klasik yang pernah diajukan para sahabat kepada Rasulullah saw. Demikian pula sebagian ahli kitab pernah bertanya kepada Rasul mengenai makna ayat: "Surga yang luasnya seluas langit dan bumi".

"Di manakah neraka?", tanya mereka. Lalu Rasulullah menjawab (dengan pertanyaan lagi), "Di manakah malam hari ketika siang?".

Abu Hurairah dari Al Bazzar secara marfu' meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki menanyakan hal ini kepada Rasulullah saw, lalu beliau menjawab, "Tahukah engkau ketika malam tiba dan menyelimuti segala sesuatu, di manakah siang hari berada?" Penanya menjawab, "Siang berada di mana Allah menghendakinya". Kemudian Nabi bersabda, "Demikian pula neraka, ia berada di mana Allah menghendakinya".

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengomentari riwayat tersebut dengan mengatakan, "Ini mengandung dua pengertian. Pertama, jika kita tidak menyaksikan atau tidak mengetahui malam hari pada waktu siang, hal ini tidak berarti bahwa malam hari itu tidak ada di suatu tempat. Demikian pula dengan neraka, ia berada di tempat yang dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla. Hal ini sangat jelas. Kedua, jika siang hari terjadi pada salah satu belahan dunia ini, malam hari berada pada belahan bumi yang lain. Demikian juga surga, ia berada di tempat 'illiyyin yang paling tinggi, diatas semua langit, di bawah 'Arsy, yang luasnya seperti dikatakan Allah seluas langit dan bumi. Adapun neraka berada di bawah tempat yang paling bawah. Dengan demikian pernyataan keberadaan surga yang luasnya seluas langit dan bumi itu tidak menafikan adanya neraka". Wallahu a'lam.

Sumber: Fatwa Fatwa Kontemporer. Jilid 1. Dr Yusuf Qardhawi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama