Ini 4 Poin Instruksi Mahfud MD Terkait Insiden Penusukan Syekh Ali Jaber
Foto: fajar.co.id


Fikroh.com - Ulama yang aktif berdakwah, Syekh Mohammed Ali Jaber atau pemilik nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber terkonfirmasi mengalami luka akibat penusukan oleh orang tak dikenal (OTD).

Peristiwa penusukan tersebut terjadi saat ia mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjung Karang, Pusat, Bandar Lampung, Lampung pada Minggu, 13 September 2020.

Atas insiden tersebut, Syekh Ali Jaber mengalami luka pada bagian atas tangan kanan dan mendapatkan 10 jahitan.

Peristiwa berawal saat Syekh Ali Jaber baru saja meminta seorang anak untuk maju ke atas panggung.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Mahfud MD merespons sekaligus memberikan instruksi terhadap aparat keamanan pasca insiden penusukan tersebut.

"Pelaku penusukan adalah musuh kedamaian dan perusak kebersatuan yang memusuhi ulama," ujar Mahfud yang dikutip Pikiranrakyat-bandungraya.com dari RRI pada Senin, 14 September 2020.

Mahfud memberikan empat poin instruksi supaya penegakan hukum berjalan dengan baik dan benar. Berikut ini instruksi lengkap Menko Polhukam Mahfud MD.

Pertama, aparat keamanan Lampung supaya segera mengumumkan identitas pelaku, dugaan motif tindakan, dan menjamin bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara adil dan terbuka.

Kedua, Syekh Ali Jaber adalah ulama yang banyak membantu Pemerintah dalam amar makruf nahi munkar dalam kerangka Islam rahmatan lil alamiin, Islam sebagai rahmat dan sumber kedamaian di dunia, Islam wasathiyyah.

Selama ini beliau selalu berdakwah sekaligus membantu satgas Covid-19 dan BNPB untuk menyadarkan umat agar melakukan shalat di rumah sejak awal munculnya pandemi Covid-19.

Jadi, Syekh Ali Jaber adalah ulama yang aktif membantu pemerintah yang bahkan pernah berceramah dan berbuka puasa bersama Presiden Joko Widodo, Presiden SBY, dan Pimpinan lembaga negara lainnya.

Ketiga, pelaku penusukan adalah musuh kedamaian dan perusak kebersatuan yang memusuhi Ulama sehingga harus diadili secara adil dan terbuka, serta dibongkar jaringan- jaringannya yang mungkin ada di belakangnya.

Keempat, pemerintah menjamin kebebasan ulama untuk terus berdakwah amar makruf nahi mungkar dan Saya menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. (Pkr)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama