Dalil-Dalil Keutamaan Shalat Tahajud

Fikroh.com - Diantara amalan sunnah yang semestinya kita jaga untuk senantiasa dikerjakan adalah Qiyamul lail. Selain mudah, qiyamul lail adalah sunnah (kebiasaan) Nabi dan orang shalih. Banyak manfaat dan keutamaan yang didapatkan setelah qiyamul lail.

Apa itu qiyamul lail? Qiyamul lail (shalat malam) sering disebut juga dengan "shalat tahajud", menurut Jumhur ulama: tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah tidur pada malam apapun sepanjang tahun.

Dalil-dalil Keutamaan Qiyamul Lail Dan Anjuran Mengerjakannya

Sesungguhnya mengerjakan shalat sunnah di tengah malam saat gelap menyelimuti, terdapat keutamaan agung dan pahala besar yang tidak dapat dihitung, bahkan tidak mungkin manusia dapat menggambarkannya. Shalat malam adalah syiar orang-orang saleh dan keutamaan paling penting yang dimiliki orang-orang yang bertakwa.

Karena agungnya keutamaan shalat tahajjud ini, Allah Subhanahu wata'ala telah berfirman kepada Rasul-Nya Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam untuk menempuh keutamaan besar ini agar meraih derajat yang mulia. 

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebahagian malam hari dirikanlah shalat Tahajjud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang Terpuji.”

Ada kaitan antara teks Al-Qur'an dengan sunnah Rasulullah dalam menekankan keutamaan shalat tahajud serta anjuran untuk melaksanakannya. Penulis akan uraikan beberapa ayat serta hadits tentang tahajjud, agar orang yang ingin mendapatkan kehidupan yang diberkahi dapat menjaga dirinya untuk menikmatinya serta menjadikan dirinya disiplin mengerjakan shalat tahajjud meskipun dengan sebagian ringan saja.

Firman Allah Subhanahu wata'ala

لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ

“Mereka itu tidak sama; di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat).”

Firman Allah Subhanahu wata'ala

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا - وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. - Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.”

Firman Allah Subhanahu wata'ala

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ - قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلاً - نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً - أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً

“Hai orang yang berselimut (Muhammad) - Bangunlah (shalat) di malam hari, kecuali sedikit, - (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. - Atau lebih dari seperdua itu. dan Bacalah Al-Qur`an dengan perlahan-lahan.”

Firman Allah Subhanahu wata'ala

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلاً - وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. - Dan pada sebagian dari malam, Maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.”

Firman Allah Subhanahu wata'ala

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadahdi waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakal lah yang dapat menerima pelajaran.”

Firman Allah Subhanahu wata'ala

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ - آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ - كَانُوا قَلِيلاً مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ - وَبِالأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, - Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. - Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. - Dan selalu memohon ampunan di waktu pagi sebelum fajar.”

Firman Allah Subhanahu wata'ala

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآياتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّداً وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ - تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ - فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan mereka tidaklah sombong. - Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya [tidak tidur di malam hari] dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan sebagianrezki yang kami berikan. - Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”

Hadits riwayat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu :

سُئِلَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم-: أَيُّ الصَّلاَةِ أَفْضَلُ بَعْدَ الْمَكْتُوبَةِ ؟ قَالَ : "الصَّلاَةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ" ، قَالَ : فَأَيُّ الصِّيَامِ أَفْضَلُ بَعْدَ رَمَضَانَ ؟ قَالَ : "شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ

“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam suatu saat ditanya, "Shalat apakah yang paling utama setelah shalat fardhu?" Rasulullah menjawab, "Shalat –tahajjud– di tengah malam" lalu orang tersebut bertanya, "Puasa apakah yang paling utama setelah puasa Ramadhan?" Rasulullah berkata, "Puasa di bulan Muharram."

Hadits riwayat Abdullah bin Salam radhiallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوا السَّلامَ ، وأَطْعِمُوا الطَّعَامَ ، وَصِلُوا الأَرْحَامَ ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلامٍ

“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makan orang miskin, sambunglah silaturahmi, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat”

Hadits riwayat Abu Malik al-Asy'ari radhiallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرْفًا يُرَى ظَاهِرُهَـا مِنْ بَاطِنِهَا وَبَاطِنِهَا مِنْ ظَاهِرِهَا، أَعَدَّهَا اللهُ تَعَالَى لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَلاَنَ الْكَلاَمَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, memberi makanan, berpuasa, dan shalat di kala kebanyakan manusia tidur”

Hadits riwayat Amru bin 'Abasah radhiallahu 'anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أقْرَبُ ما يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ العَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ فَإِنِ اسْتَطعْتَ أن تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

“Saat yang paling dekat di antara Tuhan dengan hamba-Nya adalah di penghujung malam yang akhir, maka apabila engkau mampu menjadi sebahagian dari mereka yang mengingati Allah pada ketika itu, maka lakukanlah.”

Hadits riwayat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ امْرَأتَهُ [فَصَلَّتْ]، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا المَاءَ، رَحِمَ الله امرأةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا [فَصَلَّى]، فَإنْ أبَى نَضَحَتْ فِي وَجهِهِ الماءَ

“Allah merahmati seorang lelaki yang bangun pada malam hari kemudian mengerjakan tahajjud serta membangunkan istrinya [kemudian ia shalat juga]. Apabila –istrinya– tidak bangun maka ia memercikkan air ke mukanya. Dan Alah merahmati seorang wanita yang bengun pada malam hari kemudian mengerjakan shalat tahajjud serta membangunkan suaminya [kemudian ia shlalat juga]. Apabila –suaminya– tidak bangun ia memercikkan air ke mukanya.”

Dalam riwayat yang lain disebutkan:

إِذَا قَامَا وَ صَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ كُتَبَا مِنَ الذَّاكِرِينَ اللهَ كَثِيْرًا وَ الذَّاكِرَات

“Jika mereka berdua (suami-istri) bangun dari tidur dan melaksanakan shalat tahajjud, maka mereka ditulis sebagai orang yang banyak mengingat Allah.”

Hadits riwayat Abu Dzar radhiallahu 'anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang tiga orang yang dicintai Allah, yang salah satunya disebutkan:

وَ رَجُلٌ سَافَرَ مَعَ قَوْمٍ فَارْتَحَلُوا حَتَّى إِذَا كَانَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ وَقَعَ عَلَيْهِمُ الْكَرَى أَوِ النُّعَاسُ فَنَزَلُوا وَضَرَبُوا بِرُءُوسِهِمْ ، ثُمَّ قَامَ فَتَطَهَّرَ وَصَلَّى رَهْبَةً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَرَغْبَةً فِيمَا عِنْدَهُ

“Seorang lelaki yang bepergian bersama suatu kaum, mereka pergi hingga tiba tengah malam sampai mereka merasa mengantuk. Mereka lalu berhenti dan istirahat (tidur), lalu mereka bangun dan melaksanakan shalat –malam– karena takut kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung, dan menginginkan pahala dari-Nya.”

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ

“Seyogyanya kalian mengerjakan shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, dan shalat malam merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah, serta dapat menahan dari dosa, serta mampu menghapus keburukan.”

Hadits riwayat Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwa suatu ketika ia bermimpi lalu menceritakan mimpi tersebut kepada Hafshah radhiallahu 'anha kemudian Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau pun bersabda:

نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللهِ، لَوْ كَانَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيلِ

“Sebaik-baik lelaki adalalah Abdullah –bin Umar,– seandainaya dia mengerjakan shalat malam"

Dan di dalam riwayat lain disebutkan dengan redaksi,

إِنَّ عَبْدَاللَّهِ رَجُلٌ صَالِحٌ ، لَوْ كَانَ يُكْثِرُ الصَّلاَةَ مِنَ اللَّيْلِ

“Sesungguhnya Abdullah –bin Umar– adalah lelaki yang saleh, jika dia memperbanyak shalat malam.”

Salim berkata, "Setelah itu Abdullah bin Umar tidak tidur ketika malam kecuali hanya sedikit"

Imam Qurthuby berkata, "Tidaklah bangun di tengah malam, lalu dari situ Abdullah bin Umar menjadi sadar bahwa shalat malam (tahajjud) dapat menjaganya dari api neraka dan –agar tidak– terseret kepadanya. Karenanya ia tidak lagi meninggalkan shalat tahajjud setelah itu"

Hadits riwayat Ummu Salamah radhiallahu 'anha, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallamsuatu saat bangun malam dan beliau bersabda,

سُبْحَانَ اللَّهِ , مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَة مِنَ الْفِتَنِ , مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْخَزَائِنِ ؟ مَنْ يُوقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُرَاتِ ،ياَ رُبَّ كَاسِيَةٍ فِى الدُّنْيَا عَارِيَةٍ يَوْم القِياَمَةِ

“Segala Puji bagi Allah, fitnah apakah yang diturunkan pada malam ini dan perbendaharaan apakah yang diturunkan pada malam ini? Siapakah yang akan membangunkan para penghuni kamar-kamar itu (istri-istri Rasulullah) Berapa banyak orang yang berpakaian di dunia ini namun pada hari kiamat ia telanjang.”

Dalam hadits ini juga dapat diambil kesimpulan hukum, "bahwa seorang lelaki –dibolehkan membangunkan keluarganya di malam hari, terlebih saat turunnya ayat." Hal ini dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.

Penulis berkata: Bahwa ayat-ayat serta hadits di atas adalah bagian dari teks syar'i yang menerangkan tentang keutamaan shalat malam dan anjuran serta dorongan untuk mengerjakannya. Sebagian lain dalil mengenai shalat malam akan dipaparkan di akhir pembahasan tentang "shalat malam" Insya Allah. Semoga ini dapat mengetuk pintu hati yang tulus hingga dapat dimanfaatkan, maka saya pun beruntung –atas izin Allah– dan mendapatkan pahala karena telah menunjukkan perbuatan yang baik.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama