Fikroh.com - Pasca beredarnya aksi pembakaran foto Habib Riziek oleh sejumlah orang di Jakarta, Kualitas HRS sebagai sosok pemimpin semakin terbukti. Berbagai aksi tandingan dilakukan umat islam di seluruh pelosok negeri. Mulai dari aksi protes, pernyataan sikap sejumlah ormas dan dukungan para elit politik begitu lantang.

Bahkan Legisan S Samtafsir menyebutnya sebagai sosok leader yang memiliki kriteria lengkap sebagai pemimpin besar.

"Saya tidak sedang berbicara mengenai HRS. Saya bicara mengenai seorang leader, saya berbicara tentang efektifitas, resonansi dan influence. Ketiganya lengkap pada HRS. Jarang sekali pemimpin sampai begitu powerfull." Ungkapnya.

Bisa dibayangkan, jauhnya jarak beliau dengan pengikutnya, 7.911 km, 9 jam dengan pesawat, tapi pengaruh beliau tak berkurang. 1 posternya dibakar 1000 poster baru diberdirikan oleh pengikutnya.

Di tengah tekanan penguasa, di tengah fitnah yang terus disebarkan, di tengah himpitan kesulitan krisis, tapi soliditas konstituennya semakin kuat. Gerakan amar makruf nahi mungkarnya gak berkurang; gerakan dakwahnya terus berjalan; aktivitas bantuan sosialnya terus mengalir. Lihat... efektif sekali.

Apakah konstituennya minta gaji ? TIDAK.

Apakah pengikutnya minta jabatan? TIDAK.

Apakah pengikutnya minta harta, pangkat, rumah, mobil, uang? TIDAK.

Ini tuntunan sekaligus tontonan yg menarik, yg membuat kita semua bisa belajar, siapa sebenarnya leader itu.
Di sisi lain....

Banyak pemimpin mengeluh; anak buahnya brengsek, lamban, gak punya aura krisis, gak berprestasi, korupsi lagi. Padahal.... padahal gaji besar, fasilitas mewah, prestise tinggi, status sosial terhormat. Sang pemimpin terus mengeluh, menyalahkan sana sini, faktor global, eksternal, mengancam segera reshuffle, dan seabrek kekecewaan lain divideokan dan diunggah utk publik.

Saya katakan, yang seperti itu bukan pemimpin tapi pimpinan alias boneka. Dia penguasa tapi tidak berkuasa; ia leader tapi tidak leading; ia ruler tapi tidak ruling; ia pemerintah tapi tak kuat untuk memerintah.

Jadi siapa sebenarnya leader itu.?
Jawab saya, 'dia yang punya kekuatan influence, dia yang punya resonansi dan dia yang efektif, dia yg punya ikatan hati, moral dan spiritual dengan konstituennya, dia yang benar2 bertindak 'very low cost high impact'.

Dan akhirnya saya mengerti bahwa 'Leadership adalah hubungan'.
Seharusnya para pemimpin atau juga pimpinan di mana saja, bisa belajar dari foto tersebut.

Selamat belajar jadi pemimpin.

Terimakasih HRS....

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama