Fikroh.com - Pengusaha Israel sekaligus perintis hubungan dagang Indonesia-Israel, Steve Stein, menekankan sudah saatnya Indonesia membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu.

Menurut Stein, sudah menjalin hubungan dengan pengusaha dan tokoh-tokoh di Indonesia sejak 1992, termasuk dengan mendiang Presiden Abdurrahman Wahid, hubungan Indonesia-Israel sejatinya sudah lama berlangsung diam-diam, yakni sedari zaman Presiden Soeharto. "Sekaranglah saatnya untuk terbuka dengan menjalin hubungan diplomatik," kata Stein kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini. "Hubungan resmi ini bukan hal mustahil dan dapat berlangsung."

Stein adalah penggagas bantuan kemanusiaan terhadap warga Aceh setelah dihantam tsunami pada akhir Desember 2004.

Imbauan Stein ini muncul tiga hari setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan tercapainya perjanjian damai dengan Israel. UEA menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim keempat mengakui Israel setelah Turki, Mesir, dan Yordania.

Stein menekankan Timur Tengah sekarang sudah berubah. Negara-negara Arab tidak lagi menganggap Israel sebagai musuh. Kedua pihak pernah tiga kali berperang, yakni pada 1948, 1967, dan 1973.

Timur Tengah baru ingin bersekutu dengan Israel lantaran negara Bintang Daud ini penghulu hampir di semua sektor: teknologi, pertanian, air, energi, perdagangan, perbankan, dan keamanan.

Stein memahami Indonesia dan Israel bisa berbeda pandangan dalam isu-isu politik, termasuk masalah Palestina, namun dapat bekerjasama di bidang-bidang saling menguntungkan. "Cukup banyak orang Indonesia bertahun-tahun mendambakan pemerintah mereka akan berhubungan erta dengan Israel, sehingga membuka peluang untuk bepergian ke sana secara bebas, mengejar pendidikan lebih tinggi, dan mengambil manfaat dari beragam teknologi terbaik dimiliki Israel seperti akan diperoleh UEA," ujarnya.

Dia menjelaskan Israel menganggap penting Indonesia karena merupakan negara adikuasa di Asia tenggara, memiliki tenaga kerja sangat banyak, dan sumber daya alam melimpah. Sebaliknya, Indonesia membutuhkan Israel untuk dapat berpengaruh di Timur Tengah dan menjadi jalan untuk makin memperkuat relasi dengan Amerika Serikat, sekutu istimewa Israel.

"Indonesia memerlukan Israel untuk menggaet investasi," tutur Stein. "Indonesia membutuhkan Israel buat memperoleh keuntungan di bidang teknologi, pertanian, dan air."

Meski begitu Stein mengakui sangat sulit mewujudkan hubungan diplomatik Indonesia-Israel. Sebab masih banyak kalangan muslim menolak.

$ads={2}

Source: Albalad

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama