Fikroh.com - Turki menerima pujian dari media Inggris dalam perjuangannya melawan wabah virus korona yang efektif dan statistik kematian yang rendah meski memilki populasi besar sebanyak 83 juta jiwa.

Sky News, kanal berita terkemuka di Inggris, mengatakan kepada para penontonnya bahwa Turki telah mengatasi dengan luar biasa salah satu krisis kesehatan terburuk yang pernah dialami dunia berkat sistem identifikasi yang sangat efektif oleh Kementerian Kesehatannya.

Laporan berita itu juga menyoroti upaya deteksi dini Turki dan pengobatan Covid-19 yang efektif.

“Mari bangga dengan dokter dan sistem kesehatan kita,” ungkap Menteri Kesehatan Fahrettin Koca pada Kamis di Twitter sembari membagikan klip video dari laporan khusus Sky News tentang keberhasilan Turki dalam melawan Covid-19.

Laporan tersebut menyebut ribuan anggota tim identifikasi kementerian Turki sebagai "detektif Covid-19" dan sebagian besar keberhasilan negara dalam mengatasi penyakit tersebut disebabkan oleh 8.500 tim pelacak yang terdiri dari 16.300 "detektif".

Turki telah berhasil melakukan tes terhadap jutaan orang untuk mendeteksi virus tersebut dan mencatat lebih banyak pemulihan dari penyakit tersebut daripada infeksi selama empat minggu terakhir.

"Salah satu dokter terkemuka Turki mengatakan kepada Sky News bahwa tingkat kematian yang relatif rendah di Turki disebabkan oleh pengujian ekstensif dan jaringan pelacakan, serta pengobatan agresif pada tahap awal penyakit," ungkap Koca.

Kanal berita itu juga membandingkan tingkat kematian akibat Covid-19 di Turki dan Inggris.

"Jumlah resmi kematian Covid-19 di Turki di bawah 6.000 dari populasi 83 juta - dibandingkan dengan 46.000 kematian di Inggris, meski memiliki populasi yang lebih kecil yaitu 66 juta."

Laporan berita itu juga mengatakan bahwa pada puncak pandemi, "Istanbul adalah pusat wabah di negara itu."

"Tetapi tim uji dan pelacakan mulai bekerja segera ketika pasien pertama Covid-19 didiagnosis pada 11 Maret."

Laporan itu juga memuji deteksi dini penyakit dan penggunaan metode yang efektif untuk mengobati pasien dengan pil hidroksiroklorokuin dan remdesivir dalam beberapa hari, serta rumah sakit modern yang baru dibangun di negara itu.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama