Fikroh.com - Anggota DPR RI Tifatul Sembiring menilai Komunisme tidak cocok di Indonesia, menanggapi penilaian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) terkait Komunisme di China.

Luhut sebelumnya menilai bahwa paham Komunis menjadi salah satu penyebab majunya China. Tifatul menilai Komunisme tidaklah cocok diterapkan di Indonesia. Politisi PKS ini mengingatkan aksi pembantaian terhadap sejumlah jenderal dalam Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia atau dikenal G30S/PKI.

Tifatul menilai, daripada Komunisme, lebih baik Pancasila sebagaimana yang selama ini digunakan bangsa Indonesia.

“Mohon maaf, tapi komunis nggak cocok di Indonesia, Bang. Kita pakai Pancasila saja. Kan PKI dulu sudah bunuh beberapa Jenderal AD…🤔,” tulis Tifatul melalui akun Twitternya, Selasa (18/08/2020), seraya menggunggah –sekaligus menanggapi– tautan sebuah berita salah satu media online yang berjudul “Luhut: Salah satu yang membuat China maju karena ideologi komunis”.

Pantauan hidayatullah.com semalam, Selasa (18/08/2020) sekitar pukul 19.45 WIB, unggahan Tifatul itu ramai ditanggapi beragam komentar warganet. Banyak yang setuju dengan Tifatul, ada pula yang mendukung Luhut.

Akun @AiraAfniAmalia, misalnya, berkomentar:

“Bgmn mungkin pejabat negara memuji ideologi yg dulu pernah melakukan pemberontakan kepada RI dgn membunuh para Jendral TNI AD & pembantaian keji kepada para Ulama dan Santri⁉️Bahkan dia begitu bangga mempekerjakan TKA China Komunis‼️#AntiKOM.”

Begitu pula akun @trisenka yang menyayangkan pernyataan Luhut tersebut.

“Apakah Pernyataan LBP , dapat diartikan bahwa Ideologi KOMUNIS bisa menjadikan NEGARA MAJU !

Lebih jelasnya agar NKRI menjadi Negara MAJU , harus mengikuti China menjadi Negara Komunis !  

Sangat disayangkan Jenderal TNI PNW , mantan Prajurit Sapta Marga melupakan pANCASILA .,” komentar warganet tersebut.

Sebagaimana diwartakan, dalam Pidato Ilmiah Indonesia In The Exta Ordinary Time di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (14/08/2020), Luhut menilai sistem pemerintahan komunis yang dianut China sudah tepat. Sebab menurutnya China punya penduduk yang tak sedikit.

“Kadang kita tidak mau mengakui itu, kita sibuk ngomongin slogan komunis. Komunis itu memang dia perlukan untuk negara dia, karena kalau tidak 1,4 miliar penduduk dia itu tidak akan bisa menjadi satu,” sebutnya kutip Liputan6.com.

Luhut menganggap hal tersebut perlu dilakukan pemerintah di sana supaya tak ada kritik yang tak perlu. Kemudian pemerintah dapat fokus dalam pembangunan.

“Sehingga tingkat kemiskinan yang diselesaikan di China itu lebih besar, dibandingkan negara negara di dunia,” sebutnya.*

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama