Fikroh.com - Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merampungkan rumusan butir-butir maklumat untuk dibacakan pada saat deklarasi nanti.

Hal itu diketahui dari unggahan mantan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu yang juga inisiator KAMI melalui akunnya di Twitter, Selasa (11/8/2020).

Sejumlah tokoh menghadiri perumusan maklumat itu. Di antaranya mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu.

Ada juga akademisi, tokoh Agama dan aktivis seperti Syahganda Nainggolan, Ichsanuddin Noorsy, Adhie Massardi, Ust Sobri Lubis, Lius Sungkarisma, Gus Aam, Habib Muchsin Alatas, Jumhur Hidayat, Eggi Sudjana, dll.

“Alhamdulillah, rumusan Maklumat yang akan dibacakan saat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah selesai difinalkan, setelah diskusi cukup panjang dan alot,” tulisnya melalui akun @msaid_didu.

Said dalam unggahan itu juga menyertakan beberapa foto pertemuan para tokoh KAMI di sebuah lokasi. “Insyaallah saatnya (Maklumat) akan dibacakan pada deklarasi KAMI di seluruh Indonesia. Bismillahirrahmanirrahim,” lanjut Didu.

Said membantah, jika ada pihak-pihak yang menuding KAMI sebagai barisan sakit hati pada pemerintah, menurut dia, KAMI dibentuk murni karena rasa prihatin atas kondisi bangsa pada saat ini.

“Jika tuduhan anda demikian, apakah yg terjadi adalah Barisan Sakit Hati (BSH) berhadapan dg Barisan Sakit Jiwa (BSJ). Anda pilih mana? KAMI bukan BSH,” ujar Said.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencananya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akan dideklarasikan sekitar 17 Agustus 2020. Salah satu inisiatornya, M Jumhur Hidayat, membeberkan alasan dipilihnya tanggal tersebut.

“Kita kan mau merdeka dari keterpurukan, dari malapetaka saat ini dan masa depan yang bisa terjadi kalau rezim tidak mau mengubah orientasi,” katanya. [asa]

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama