Fikroh.com - Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun, diberitakan bahwa Syaikh dr. Ishom Al-'Iryan wafat pada hari Kamis 13 Agustus di dalam penjara Kairo. Semoga Allah Ta'ala mengampuni dosanya dan menyelimutinya dengan rahmat-Nya.

Ishom Al-'Irsyan adalah salah satu pimpinan Jama'ah Ikhwanul Muslimin. Ia ditangkap bersama para pemimpin IM lainnya oleh para pemberontak pasca kudeta Presiden Muhammad Mursi rohimahullah.

Setelah Syaikh Mahdi Akif, Prof. Muhammad Mursi, kini giliran Dr. Isham Iryan wafat di penjara. Sedangkan tokoh-tokoh ikhwan lainnya yang syahid di penjara tidak terhitung jumlahnya, karena saking banyaknya. Sejak zaman penjara edisi awal terhadap jamaah Ikhwan, tempat ini memang dikenal "angker" karena siksaan yang begitu keras dan tidak berprikemanusiaan.

Sekilas tentang Dr. Isham Iryan: Belaiu Lahir 28 April 1954. Syaikh Ishom memborong 4 gelar sarjana sekaligus dengan masing-masing predikat summa cum laude:

  • Sarjana kedokteran dari Universitas Kairo
  • Sarjana hukum dari Universitas Kairo
  • Sarjana studi islam dari Universitas Al Azhar
  • Sarjana sejarah dari Universitas Al Azhar

Gelar master diperoleh dalam bidang patologi ilmu kedokteran.

Sebenarnya beliau sedang menyelesaikan S3 nya masing² dibidang medis dan ilmu hukum di universitas Kairo namun keburu dipenjara.

Banyak tokoh Ikhwan adalah putra-putra terbaik Mesir. Mereka adalah orang-orang cerdas dan terdidik. Siap berjihad dengan segala potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Namun orang² zalim membunuhi mereka satu persatu dengan keji. Semoga Allah merahmati Dr. Isham Iryan dan melaknat orang-orang yang menyiksa dan memenjarakannya.

Begitulah pemimpin muslim. Hidup dan mati demi menegakkan Islam dan kejayaan umat.

Baca juga: Hadapi Rezim As-Sisi Mesir soal Perbatasan, Turki Gandeng Ikhwanul Muslimin

Ceramah, tulisan, dan taklim kita takkan bisa membangunkan umat ini kecuali kita siram dengan keringat, air mata dan darah kita.

Sayyid Quthub pernah menulis:

إن أفكارنا وكلماتنا تظل جثثا هامدة ، حتى إذا متنا في سبيلها أو غذيْناها بالدماء انتفضت حية وعاشت بين الأحياء

"Sesungguhnya pikiran-pikiran dan kata-kata kita akan selalu bagaikan jasad-jasad tak bernyawa. Namun, ketika kita mati dijalannya atau kita menyirami dengan darah kita, saat itu ia bangkit bergerak dan hidup di tengah manusia."

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama