HNW, foto Detik

Fikroh.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk tidak keasyikan dalam menyosialisasikan dan menonton film anti korupsi.

KPK harus segera merampungkan pekerjaan rumah (PR) besar yang belum rampung, seperti penangkapan buronan.

Begitu tegas Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menanggapi kicauan akun Twitter KPK yang mengajak publik menonton film anti korupsi yang mereka unggah di YouTube.

“KPK jangan keasikan dengan nonton film antikorupsi, tapi menyelesaikan PR, yaitu menangkap buron-buron KPK seperti Harun Masiku, Honggo W, Syamsul NS dll,” tuturnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Minggu (16/8).

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini meminta Firli Bahuri cs untuk memanfaatkan penangkapan buron kelas kakap, Djoko Tjandra untuk memburu buronan lain.

“Agar kita dengan tegar dan benar bisa teriakkan: Merdeka!!!!” tutupnya.

ICW Sebut Dua Efek Buruk Harun Masiku Belum Ditangkap

Melansir berita tempo.co, ICW (Indonesia Corruption Watch) menilai ada dua efek buruk yang akan terjadi karena Komisi Pemberantasan Korupsi tak kunjung menangkap Harun Masiku. Menurut peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, hal itu akan menghambat pengembangan kasus.

"Bagaimana mungkin dalam konteks penyuapan hanya penerimanya saja yang diproses, sedangkan pihak pemberi tak kunjung ditemukan," kata Kurnia ketika dihubungi, Selasa, 28 Januari 2020.

Efek kedua, kata Kurnia, kepercayaan publik terhadap KPK akan menurun. "Kedua, kepercayaan publik akan semakin menurun kepada KPK," ujarnya.

KPK menetapkan Harun menjadi tersangka penyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Bersama kader PDIP lainnya Saeful Bahri, Harun disangka memberikan janji suap Rp 900 juta kepada Wahyu. Suap diduga diberikan untuk memuluskan jalan Harun menjadi anggota DPR lewat jalur penggantian antar waktu.

Kasus suap ini terbongkar lewat operasi tangkap tangan KPK yang digelar pada 8 Januari 2020. Dalam operasi itu, Harun lolos dan belum tertangkap sampai sekarang.

Keberadaan Harun saat operasi ini digelar juga simpang siur. Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan Harun pergi ke Singapura sejak 7 Januari dan belum kembali.

$ads={2}

Source: Rmol/tempo

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama