Fikroh.com - Apakah anda seorang pria atau wanita yang sedang menanti sang belahan jiwa, namun belum kunjung tiba? Mungkin inilah saatnya anda akan dimudahkan jodohnya dengan mengamalkan doa enteng jodoh.

Salah seorang ulama al-Azhar yang menjadi Dai di kementerian wakaf Mesir yakni DR. Ahmad Shobari Hafizhahullah dalam satu program fatwanya pernah ditanya :

هل هناك دعاء من القرآن أو السنة أدعو به حتى يسرع الله لي في الزواج؟

"Apakah terdapat doa (khusus) dari Al Qur`an atau hadits yang aku dapat berdoa dengannya, hingga Allah menyegerakanku untuk menikah?".

Asy-Syaikh menjawab :

نعم وهو دعاء سيدنا موسى الذي ورد في القرآن الكريم قال تعالى « رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ»، وهذا الدعاء هو المعروف عند كل العلماء في الشريعة

"Betul yaitu doanya nabi Musa alaihis salaam yang terdapat dalam Al Qur`an :

Rabbi innii limaa anzalta ilai-ya min khairin faqiirun


(Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku'.),

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan," (QS.Al-Qashash 28: Ayat 24-25).

Doa ini ma'ruf dikalangan semua ulama syariah." -selesai-.

Akan tetapi -wallahu a'lam- saya belum mendapatkan pernyataan dari ulama tafsir, seperti Imam ath-Thabari, Baghawa, Ibnu Katsir, as-Sa'diy dan selainnya rahimahumullah yang menafsirkan seperti yang disampaikan oleh syaikh al-Azhar diatas. Bahkan yang saya dapatkan adalah permohonan nabiyullah Musa alaihis salaam dalam kondisi kelaparan setelah dikejar-kerjar oleh bala tentara Fir'aun.

Barangkali syaikh kita diatas, melihat huruf "faa" pada Firman-Nya "فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا", sebagai ta'qiib yaitu urutan kejadian. Maksudnya ayat sebelumnya bercerita tentang Nabi Musa yang menolong dua orang gadis yang menunggu mengambil air untuk minum hewan ternaknya dari sebuah sumur, karena keduanya tidak mau berdesak-desakkan dengan penggembala laki-laki, sedangkan ayah keduanya sudah berusia lanjut sehingga tidak mampu melakukan pekerjaan tersebut. Lalu Nabi Musa yang waktu itu masih bujang membantunya mengambilkan air tanpa pamrih. Kemudian setelah melakukan hal tersebut Beliau berteduh dibawah pohon sambil mengadukan kondisinya yang dalam keadaan lapar dan tanpa ada seorang pun yang dikenalnya di tempat tersebut. Setelah berdoa, datanglah salah satu gadis tadi yang pada ujung ceritanya akhirnya dinikahkan dengan Nabi Musa alaihi salaam.

Alaa kulli haal, menurut penelitian para ulama tidak didapatkan satu ayat pun atau hadits yang secara khusus berisi doa agar dipermudah atau dipercepat mendapatkan jodoh untuk dilanjutkan ke pelaminan. Para ulama menganjurkan dengan doa-doa umum yang intinya memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar dimudahkan jodohnya dan mendapatkan pasangan yang terbaik.

Prof. DR. Khalid al-Muslih Hafizhahullah - menantunya asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah - ketika ditanya tentang apa yang diklaim sebagai bacaan doa untuk enteng jodoh dari ayat-ayat Al Qur`an, beliau hafizhahullah menjawab yang intinya bahwa penentuan suatu doa tertentu dengan membaca ayat atau surat tertentu kemudian hal ini dianjurkan kepada orang lain, maka butuh kepada dalil dari wahyu, selama tidak ada dalilnya maka tidak bisa dianggap memiliki keutamaan atau kekhususan tertentu. Namun cukup baginya berdoa langsung kepada Allah yang Maha mengabulkan doa agar dipercepat atau dipermudah jodohnya dengan mendapatkan pasangan yang terbaik bagi akhirat dan dunianya.
$ads={2}
Oleh: Abu Sa'id Neno Triyono

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama