Fikroh.com - Ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon telah menewaskan sedikitnya 130 orang dan melukai hampir 4.000 orang. Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan 2.750 ton amonium nitrat telah disimpan selama enam tahun di pelabuhan itu tanpa adanya pengamanan.

Berikut penjelasan detail para ahli tentang amonium nitrat:

Amonium nitrat adalah bahan kimia industri yang biasa digunakan untuk pupuk dan sebagai bahan peledak untuk penggalian dan penambangan. Bahan ini adalah pengoksidasi yang relatif aman jika tidak terkontaminasi dan disimpan dengan benar. Tetapi sangat berbahaya jika terkontaminasi, bercampur dengan bahan bakar, atau disimpan dengan tidak aman.

Sebagian besar amonium nitrat yang terpapar panas yang kuat bisa menyebabkan ledakan. Menyimpan bahan kimia di dekat tangki bahan bakar besar, dalam jumlah besar dan di fasilitas yang berventilasi buruk juga dapat menyebabkan ledakan besar. Semakin besar jumlahnya, semakin besar risiko ledakannya.

“Dalam skala tertentu, ledakan ini skalanya lebih kecil dari bom nuklir, namun bukan seperti bom konvensional,” kata Roland Alford, Direktur Pengelola Alford Technologies, sebuah perusahaan Inggris yang mengkhususkan diri dalam pembuangan persenjataan peledak. “Ini mungkin di antara ledakan non-nuklir terbesar sepanjang masa.”

Para ahli telah mencatat warna asap dan awan yang mirip jamur terlihat dalam rekaman saat ledakan pada hari Selasa sebagai karakteristik ledakan amonium nitrat.

“Rekaman video dari insiden tersebut menunjukkan asap putih abu-abu diikuti dengan ledakan yang mengeluarkan awan besar warga merah-coklat dan “awan jamur” putih besar. Ini menunjukkan bahwa gas yang dilepaskan adalah uap amonium nitrat putih, beracun, nitro-oksida merah atau coklat dan air,” kata Stewart Walker dari sekolah Forensic, Environmental and Analytical Chemistry di Flinders University seperti dikutip di MEMO, Kamis (6/8/2020).

“Jika Anda membuat amonium nitrat meledak, Anda tidak akan mendapatkan bulu cokelat itu. Itu memberi tahu saya bahwa keseimbangan oksigen tidak benar, jadi tidak tercampur sebagai bahan peledak,” katanya. Ledakan Beirut terlihat seperti kecelakaan, kecuali jika itu adalah pembakaran.

Tragedi Ledakan Masa Lalu

Beberapa kecelakaan industri paling mematikan di dunia disebabkan oleh ledakan amonium nitrat:

Tahun 1921, ledakan pupuk amonium sulfat dan nitrat di pabrik Oppau di Jerman menewaskan 565 orang.

Pada tahun 1947, kebakaran meledakkan sekitar 2.300 ton bahan kimia di atas kapal di pelabuhan AS di Texas City, menyebabkan gelombang pasang. Sedikitnya 567 orang tewas dan lebih dari 5.000 terluka.

Di Toulouse, Perancis pada tahun 2001, ledakan di depot amonium nitrat menewaskan 31 orang dan melukai 2.500 orang.

Amonium nitrat yang disimpan di pabrik pupuk Texas (AS) meledak dan menewaskan 14 orang dan melukai sekitar 200 orang pada tahun 2013.

Pada 2015, ledakan di gudang penyimpanan amonium nitrat dan bahan kimia lainnya di pelabuhan China di Tianjin menewaskan sedikitnya 116 orang.

“Ide bahwa jumlah sebanyak itu (ammonium nitrat) akan dibiarkan begitu saja selama enam tahun menjadi tindakan gila, artinya tinggal menunggu kecelakaan terjadi,” kata Andrea Sella, profesor Kimia Anorganik di Universitas California, Los Angeles tentang ledakan di Beirut.

Untuk Membuat Bom

Amonium nitrat dapat dicampur dengan zat lain untuk membuat bom. Itu digunakan dalam pemboman Tentara Republik Irlandia (IRA) di London pada 1990-an, ledakan 1995 terhadap gedung federal di Oklahoma City yang menewaskan 168 orang, dan ledakan 2002 di klub malam di Bali, Indonesia di mana lebih dari 200 orang tewas. Banyak dari bom rakitan yang digunakan untuk melawan pasukan AS di Afghanistan juga mengandung amonium nitrat. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama