Bagaimana Cara Mengenalkan Arti Bahaya pada Anak Kecil?

Fikroh.com - Ayah Bunda yang berbahagia, kali ini kami akan berbagi tips tentang cara mengenalkan arti bahaya pada sikecil. Di usia 1-5 tahun, anak sedang aktif-aktifnya. Selain aktif secara fisik, otak mereka pun sedang pesat-pesatnya berkembang,. oleh karena itu rasa ingin tahunya pun sangat kuat.

Saat anak masih berusia 0-2 tahun, kita memang harus ekstra menjaga dan mengikuti anak kemana-mana, tetapi setelah menginjak usia 2 tahun, sebenarnya kita sudah mulai bisa menjelaskan kepada si kecil tentang arti BAHAYA dari hal-hal yang ada disekelilingnya.

Hal pertama yang harus orangtua pahami dalam menjelaskan arti bahaya pada anak adalah JANGAN SEKEDAR MELARANG. Ingat ya, otak si kecil sedang sangat aktif, larangan saja, kata TIDAK itu justru membuat anak ingin tahu alasannya. Karenanya bila kita melarang si kecil dengan kata-kata "jangan", "tidak boleh" maka anak yang aktif akan bertanya "kenapa?"

Nah berikut ini beberapa cara untuk mengenalkan bahaya pada anak.

1. Berikan alasan (sebab-akibat) dari sesuatu yang dilarang. Misalnya melarang anak bermain api, Jelaskan mengapanya. Jelaskan bahwa bila terkena kulit maka kulit akan melepuh dan sakit. Orangtua juga bisa menunjukkan gambar pada buku atau majalah.

2. Biarkan Anak merasakan. Anak-anak lebih mudah diajari dengan merasakan sendiri. Wah bukan artinya kita lalu membayar tangan anak ya. Tapi kita misalnya bisa memanaskan sendok sedikit saja lalu menyentuhkannyasedikit saja ketangan anak. Lalu jelaskanlah bahwa bila terkena api langsung, panasnya lebih dari itu. Tambahkan dengan nasehat agar tidak main-main dengan api.

3. Dengarkan pendapat anak. Setelah mencobakan langsung pada anak, dengarkan apa kata anak. "Gimana? Panaskan?" "Jadi adek tahu ya sekarang kenapa bunda larang?". Ajak anak berbicara agar apa yang diajarkan padanya masuk kedalam ingatannya.

4. Jelaskan persamaan situasi bahaya yang harus anak hindari. Misalnya sedang menjelaskan tentang api/panas maka jelaskan juga pada anak hal-hal lain yang sama efeknya, seperti air pahas, makanan yang masih panas dan sebagainya.

Nah itulah beberapa tips cara mengenalkan bahaya disekitar anak kepada anak. Selain mengenalkan bahayanya, maka sebaiknya orangtua juga mengenalkan tindakan pertolongan yang segera bisa dilakukan anak apabila tanpa sengaja anak terkena sesuatu. Berikan contoh bagaimana membubuhkan obat merah misalnya, atau bila pertolongan pertamanya dibasuh dengan air berikan contohnya apakah direndam dalam air atau dibasahi dengan air mengalir dan sebagainya.

Meskipun kita sudah menjelaskan arti bahaya pada anak, tetapi tetap saja kita harus mewaspadai kemungkinan yang terburuk. Oleh karena itu saat anak berusia aktif tersebut, tutuplah akses anak ke tempat yang bisa membahayakan. Anda misalnya bisa mengganti colokan listri dengan colokan listrik yang bertutup atau yang harus diputar dahulu. Letakkan dispencer jauh dari jangkauan anak atau gunakan kunci pada tombol air panasnya. Juga bila di depan rumah ada selokan atau ada kolam ikan, atau bila di rumah ada tangga, lakukanlah pengamanan-pengamanan sebab anak-anak tetaplah anak-anak.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama