Terduga pencabut kuku warga berstatus saksi

Fikroh.com - Anggota Fraksi PDIP DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) Imam Firmadi sudah diperiksa polisi terkait dugaan penganiayaan warga bernama Muhammad Jefry Yono. Apa status hukum Imam setelah diperiksa polisi?

Dilansir dari Antara, Senin (3/8/2020), Imam diperiksa polisi pada Kamis (30/8). Usai pemeriksaan, Imam terlihat meninggalkan Polres Labuhanbatu.

Polisi mengatakan pemeriksaan itu dilakukan terkait proses penyidikan atas laporan dugaan penganiayaan. Imam bersama tiga orang rekannya berstatus sebagai saksi saat menjalani pemeriksaan.

"Keempatnya diperiksa sebagai saksi," kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Parikhesit.

Polisi mengatakan bakal memberi penjelasan detail soal kasus ini lewat konferensi pers. Pengacara Imam, Prismadani, membantah kliennya melakukan dugaan penganiayaan seperti yang dilaporkan Jefry.

"Semua itu tidak benar," ucapnya.

Sebelumnya, Jefry diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan Imam dan tiga rekannya. Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (28/6).

Penganiayaan diduga terkait masalah peminjaman motor. Jefry menyebut puncak penyiksaan yang dialaminya adalah saat terduga pelaku mencabut kuku jari kelingking kaki kirinya.

Jerita Jefry didengar warga. Setelah ditolong warga dan mendapat perawatan, pihak Jefry melaporkan kasus ini ke polisi pada Kamis (9/7). Polisi membenarkan soal pelaporan tersebut dan mengatakan pihaknya sedang melakukan penyidikan.

"Betul, ada laporannya, dalam proses penyidikan," ucapnya.

Plt Ketua DPD PDIP Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat mengatakan tidak ada bantuan hukum dari partai kepada Imam. Dia mengatakan PDIP bakal memberi sanksi organisasi jika Imam dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus ini.

"Prinsipnya, kita akan dorong proses hukum ke aparat penegak hukum dan partai tidak akan memberikan pendampingan hukum kepada yang bersangkutan," ucap Djarot.

Source: detik

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama