Fikroh.com - Satu persatu negara-negara Muslim di dunia mulai luluh dan memilih berdamai dengan Israel. Yang terbaru adalah Uni Emirat Arab.

UEA menjadi negara Muslim ketiga di dunia yang menormalkan hubungan dengan bangsa Yahudi itu setelah sebelum dilakukan Mesir dan Yordania puluhan tahun silam.

Perdamaian antara UEA dan Israel cukup mengejutkan, terutama saat ini memang Israel menjadi musuh bersama negara-negara Arab Teluk karena penjajahan terhadap bangsa Palestina.

Lalu, negara Muslim mana lagi yang mampu menandingi kekuatan Israel?.

Dalam beberapa waktu ini, hanya Iran seorang diri yang terlihat punya nyali untuk melawan Israel. Iran melakukan perlawanan dengan dalih ingin merebut kembali Kota Suci Yerusalem dan memerdekakan Palestina.

Namun, perjuangan Iran mulai memudar seiring dengan terbunuhnya Komandan Quds, Mayor Jenderal Qassem Soleimani dalam operasi penyerangan yang dilakukan militer Amerika didukung Badan Intelijen Israel.

Memang, Iran masih memiliki semangat juang untuk menggempur Israel, terbukti mereka telah memperkuat persenjataannya dengan berbagai rudal-rudal berbahaya. Iran juga telah menguatkan sistem pertahanan dan intelijennya dengan mengorbitkan satelit mata-mata.

Israel juga seolah terhenyak melihat kemajuan kekuatan persenjataan militer Iran di tengah embargo senjata yang masih menjerat. Apalagi Iran diisukan telah memiliki rudal nuklir yang dapat menghancurkan Israel dalam sekejap mata.

Tapi, apakah benar Iran menjadi negara yang saat ini menjadi musuh terberat bagi Israel? Ternyata jawabannya tidak.

Sebab, dalam laporan eksklusif yang diterbitkan salah satu media terbesar di Inggris, The Times dikutip pada Kamis 20 Agustus 2020, Direktur Badan Intelijen Nasional Israel (Mossad), Yossi Cohen menyebutkan, bahwa kekuatan Iran kian melemah.

Cohen menuturkan, negara Muslim yang paling membuat takut dan menjadi ancaman terbesar bagi Israel saat ini ternyata adalah, Turki.

Israe

Ketakutan Israel pada Turki cukup berdasar. Penasihat Keamanan Yunani, Laksamana Alexandros Diakopoulos melalui surat kabar Kathimerini mengungkap semua alasan di balik ketakutan Israel pada Turki.

Menurutnya ancaman terbesar yang dihadapi Israel saat ini ialah terkait penolakan Turki atas proyek besar pipa yang menghubungkan antara Israel-Yunani-Siprus. Pipa gas itu merupakan jalur utama suplai endapan gas lepas pantai baru yang ada di Mediterania timur menuju ke Benua Eropa.

Israel, Yunani dan Siprus telah menyepakati proyek besar itu pada Januari 2020. Dan nilainya mencapai 6 miliar Euro. Jika Turki tetap ngotot, maka kemungkinan terburuk akan berakhir dengan peperangan melawan Israel.

Yang terpenting adalah, kekuatan militer Turki telah jauh dibandingkan Israel. Faktanya berdasarkan data kekuatan militer dunia 2020 yang dirilis Global Fire, Turki saat ini merupakan negara dengan kekuatan militer terkuat ke 11 dunia, sedangkan Israel hanya berada di ranking 18. Dan armada perang yang dimiliki Turki jauh lebih banyak dan canggih ketimbang Israel. Dan jika Turki mau, dia bisa menggempur Israel sampai bangkrut. []

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama