Fikroh.com - Pilkada Solo akan menjadi babak baru baru keluarga Jokowi di kancah perpolitikan tanah air. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan besar akan melenggang bebas menuju kursi nomor satu di Solo. Gibran kemungkinan hanya akan melawan kotak kosong di Pilkada Solo.

Gibran akan menjadi calon tunggal, lantaran hampir semua partai politik telah menyatakan mendukung Gibran yang berpasangan dengan Teguh Prakosa.

Hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tidak mendukung pasangan Gibran-Teguh. Namun PKS tidak bisa mengusung calon sendiri lantaran perolehan kursinya di DPRD Solo hanya lima kursinya.

PKS membutuhkan empat kursi tambahan untuk mengajukan calon kepala daerah sendiri.

Dua partai yang dibidik untuk mengisi kekurangan tersebut adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra. Dua partai itu masing-masing memiliki tiga kursi.

Namun Partai Gerindra sejak awal sudah menyatakan dukungan kepada Gibran Rakabuming Raka.

Baca juga: Gibran VS Kotak Kosong

“Rencana kami lobi-lobi dengan PAN yang punya tiga kursi. Tinggal cari satu kursi lagi. Setelah kabar rekomendasi PDIP kemarin (Kamis), kami sudah menyusun rencana yakni mengusung Pak Pur (Achmad Purnomo). Dengan harapan PAN bersedia karena Pak Pur pernah maju lewat PAN,” terang Ketua DPD PKS Surakarta Abdul Ghofar Ismail, kemarin (17/7).

Rencananya Jumat siang (17/7) Ghofar mengagendakan bertemu Ketua DPD PAN Ahmad Sapari untuk membahas hal tersebut.

Namun belum juga terlaksana, PAN terlebih dahulu mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.

BACA: PKS Bertekad Lawan Gibran!

Didampingi Sekretaris DPW PAN Jateng Umar Hasyim, Sapari mengumumkan keputusan partainya tersebut kepada awak media.

“Jika sudah begitu, ya tinggal pilih. Berarti Gibran-Teguh kemungkinan lawan kotak kosong. Berarti kita masih punya pilihan selain calon dari PDIP,” terang Ghofar.
Lebih baru Lebih lama