Fikroh.com - Hari ini, Jum’at 24 Juli 2020, warga Turki pada khususnya dan Muslim seluruh dunia sedang bergembira dengan shalat Jum’at perdana di Masjid Hagia Sophia setelah penetapannya kembali sebagai tempat ruku’ dan sujud bagi umat Islam.

Antusiasme masyarakat Muslim tergambar jelas pada jalanan menuju masjid bersejarah tersebut yang saat ini dipenuhi ribuan orang yang bertakbir dan bertahmid menantikan datangnya waktu shalat Jum’at di Turki. Masjid telah penuh sesak dan tak ada lagi yang bisa masuk ke dalam. Diberitakan bahwa mulai sejak malam, warga muslim telah datang dan berdiam di sekitar Hagia Sophia.

Seorang mahasiswa Indonesia di Turki, Mohammad Haykal, mengatakan bahwa jalanan menuju masjid Hagia Sophia sudah padat dan sebagaian besar telah ditutup aparat keamanan.

“Sebagian jalan sudah ditutup aparat karena banyaknya warga datang,” ujarnya.

Suasana tersebut mirip dengan aksi 212 umat Islam Indonesia di Monas pada 2016 lalu.

#HagiaSophia #ayasofyacamii Warga Turki berebut agar bisa shalat di Masjid Hagia Sophia.
Video Aliye Gürpınar pic.twitter.com/AoKkn06T39

— Hidayatullah.com (@hidcom) July 24, 2020

Di bawah Kekaisaran Bizantium, Hagia Sophia telah digunakan sebagai gereja selama 916 tahun. Pada tahun 1453, setelah Khilafah Ustmaniyyah (Ottoman) menaklukkan Istanbul, tempat ini diubah menjadi masjid oleh Sultan Mehmet II atau dikenal Sultan Muhammad Al-Fatih, yang sangat masyhur.

Hagia Sophia, sebuah harta karun arsitektur dunia yang tak tertandingi, menjalani pekerjaan restorasi selama era Ustmaniyyah, termasuk penambahan menara untuk panggilan adzan oleh arsitek terkenal Mimar Sinan. Di bawah Kemal Attaturk yang sekuler, masjid itu diubah menjadi museum pada tahun 1935.

Dalam beberapa tahun terakhir para pemimpin Turki telah menyerukan penggunaannya sebagai masjid lagi dan mengizinkan pembacaan Al-Quran di sana pada acara-acara khusus. Desakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengubah tempat ini menjadi masjid telah membuat kebakaran jenggot beberapa pemimpin dunia, salah satunya Amerika Serikat, Yunani dan pemimpin gereja Rusia.

Menghadapi berbagai kecaman tersebut, Erdogan menegaskan bahwa pengembalian Hagia Sophia sebagai Masjid adalah hak dan merupakan bentuk kedaulatan Turki.

Erdogan juga menyampaikan bahwa kembalinya Hagia Sophia sebagai Masjid adalah syiar pembuka jalan untuk pembebasan Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha Palestina.*
Lebih baru Lebih lama