Fikroh.com - Dengan menyertakan foto dan dokumen penanda tanganan surat pembelian hagia sophia, Menteri Luar Negeri Turki menegaskan bahwa Aaya Sofia adalah Waqaf Umat Islam.

Menteri Dalam Negeri Turki Chowish Uglo, menegaskan pada Kamis bahwa Ayasofla diwaqafkan sebagai masjid oleh Al-Fatih pada tahun 1462 M.

Chowish Ugloo menyampaikan hal ini melalui tweetnya Twitter dengan dua bahasa, yaitu bahasa Turki dan bahasa Inggris.

Menteri LN Turki mengatakan bahwa "Semua keputusan yang berhubungan dengan Ayasofia adalah masalah kedaulatan internal Turki yang tidak berhak ada intervensi pihak luar."

Dalam unggahannya Chaoesh Ugloo di tweet-nya menyertakan dokumen sejarah yang mengonfirmasikan bahwa Ayasofia ditetapkan sebagai masjid di "Waqf al-fatih" 1462 M.

Sebelumnya, juru bicara Turki Hami Aqshwi menyebutkan pada hari Kamis, laporan "kebebasan agama" yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri AS, ketentuan bahwa " Setiap keputusan tentang Sofia adalah masalah internal yang tidak sah bagi negara mana pun ikut campur.

Dari dua sumber ini dikonflrmasikan bahwa "kepemilikan Turki dan masalah internal Turki" pernyataan ini sekaligus menyatakan bahwa keputusan apa pun yang dibuat oleh otoritas pemerintah Turki ini tidak ada negara yang dapat ikut campur.

Turki baru-baru ini telah membuktikan independensinya untuk mengubah Ayasofia menjadi masjid seperti sediakala yang telah ada sejak Konstantinopel ditaklukkan oleh Sultan Utsmaniyah, Muhammad Al-fatih.
Lebih baru Lebih lama