Fikroh.com - Entah apa motiv sesungguhnya dari kelakuan seorang karyawan pelayan pada outlet Starbucks di AS. Sikap pegawai Starbucks di Minnesota, Amerika Serikat menuai sorotan. Muslimah yang memesan minuman di sana malah dituduh sebagai anggota negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Seorang Muslimah yang identitasnya dirahasiakan menceritakan pengalamannya memesan minum di Starbucks pada 1 Juli. Biasanya pelayan Starbucks akan menuliskan nama pelanggannya di gelas plastik.

Namun, siapa sangka, pelayan Starbucks itu justru menuliskan ISIS di gelas pesanannya. Padahal, Muslimah itu sudah menyebutkan namanya.

Sang Muslimah sempat merasakan ada yang aneh dengan gelagat pelayan ketika dirinya menyebut nama. Ia hanya tak menyangka jika jadi korban Islamophobia.

Aksi tak terpuji pelayan Starbucks itu mendapat sorotan tajam Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) cabang Minnesota. CAIR mendapat informasi bahwa si pelayan Starbucks tak mendengar secara jelas ketika sang Muslimah mengucapkan nama.


"Pelayan itu mengeklaim tidak mendengar namanya (Muslimah itu) dengan jelas. Belakangan, atasannya berdalih kesalahan itu kadang terjadi pada pelanggan," tulis keterangan resmi CAIR dilansir dari Sahanjournal pada Senin (6/7).

CAIR merasa bantahan itu tak lantas membuat si pelayan berhak menjatuhkan tuduhan ISIS pada seorang Muslimah.

"Bantahan itu mengindikasikan kesalahan ini bukan terjadi pertama kalinya bahwa pelanggan jadi target pelecehan dan hinaan,".

CAIR meminta pihak Starbucks memecat pelayan yang melakukan hinaan pada seorang Muslimah. Namun pihak Starbucks belum memberikan respon.

Sikap Starbuck Pasca Insiden Ini

Perlakuan seorang barista yang menuliskan kata ISIS di gelas minuman milik wanita Muslim menuai protes dari kalangan Muslim Minnesota, Amerika. Peristiwa itu terjadi di sebuah kedai kopi ternama yang dijalankan di toko Target Saint Paul, Minnesota.

Saat memesan minuman, barista itu menanyakan nama kepada wanita Muslim itu. Kemudian wanita Muslim itu menjawab namanya adalah Aishah. Namun barista meminta mengulanginya meminta kejelasan. Aishah yang berasal dari Minneapolis itu pun kaget ketika melihat barista itu menuliskan ISIS di cangkir kopinya.

"Kata yang tertulis pada minuman itu adalah kata yang menghancurkan reputasi Muslim seluruh dunia," kata Aishah yang hanya menggunakan nama depannya untuk alasan keamanan seperti dilansir twincities pada Selasa (7/7).

Aishah pun mempertanyakan mengapa barista itu menuliskan ISIS pada cangkir kopinya. Barista itu mengakui dirinya tak mendengar namanya dengan benar.

Aishah yang datang dengan jilbabnya itu pun mencoba berbicara dengan manajer kedai kopi itu. Namun, manajer itu tak mempedulikan. Aishah pun merasa terhina, marah, dan diremehkan.

Target yang menjalankan dan mengoperasikan kedai kopi Starbucks di Saint Paul telah mengeluarkan pernyataan permohonan maaf atas tindakan karyawannya. Mereka menyayangkan tindakan itu terjadi.

Kendati demikian, Aishah bersama Dewan Hubungan Islam Amerika Minnesota (CAIR Minnesota) menyerukan karyawan itu dipecat dengan tuduhan diskriminasi. Diketahui ISIS merupakan Sebuah singkatan yang digunakan oleh kelompok teroris ISIS.

Sangat disayangkan dengan Islamophobia, hal pertama yang diidentifikasi Muslim adalah teroris, menggunakan kata ini untuk kita sama dengan kasus orang kulit hitam hari ini," kara Direktur Eksekutif CAIR Minnesota, Jaylani Hussein. (ROL)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama