Fikroh.com - Pasar adalah pusat bertemunya antara pedagang dan pembeli. Pasar menjadi tempat transaksi jual beli yang melibatkan banyak orang. Pasar bisa menjadi ladang pahala namun juga bisa menjadi bencana. Bagaimana agar keberadaan kita dipasar mendatangkan pahala? Simak adab dan etika dipasar sesuai tuntunan islam berikut ini.

1. Murah hati saat menjual dan membeli:

عن أبي هريرة أن رَسُول اللَّهِ قال: (رحم اللَّه رجلاً، سمحاً إذا باع، وإذا اشترى، وإذا اقتضى) رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Allah merahmati seorang lelaki yang tenggang rasa bila menjual, membeli, dan bila menuntut haknya”. HR. Bukhari. (Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :2076)

2. Membayar hutang saat jatuh tempo:

عن أبي هريرة أن رَسُول اللَّهِ قال: (مطل الغني ظلم، وإذا أتبع أحدكم على مليء فليتبع ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Menunda pembayaran hutang bagi orang yang mampu adalah suatu kezalimian, dan bila salah seorang kalian mengalihkan hutangnya kepada orang yang kaya hendaklah dia menerimanya.” Muttafaq ’alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 2287 dan Muslim no hadist :1564)

3. Menunda piutang dari orang yang sedang kesusahan:

عن أبي هريرة أن رَسُول اللَّهِ قال: (كان تاجر يداين الناس، وكان يقول لفتاه: إذا أتيت معسراً فتجاوز عنه؛ لعل اللَّه أن يتجاوز عنا، فلقي اللَّه فتجاوز عنه) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Ada seorang pedagang yang memberi piutang kepada manusia, dan dia selalu berkata kepada hamba sahayanya: “Bila engkau menagih orang yang kesulitan maka hapuskanlah hutangnya, semoga Allah menghapuskan kesalahan kita”, lalu dia bertemu Allah (di hari kiamat), dan Allah menghapuskan kesalahannya”. Muttafaq ’alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 2078 dan Muslim no hadist :1562)

4. Larangan jual beli di waktu shalat:

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٩﴾ فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿١٠﴾

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al Jumuah: 9- 10 ).

5. Bersikap adil dalam segala kondisi:

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ ﴿١﴾ الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ﴿٢﴾ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ ﴿٣﴾ أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ ﴿٤﴾ لِيَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿٥﴾ يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٦﴾

"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? (Q.S. Al Muthaffifin: 1-6).

6. Hindari sering bersumpah:

عن أبي هريرة قال: سمعت رَسُول اللَّهِ يقول: (الحلف منفقة للسلعة، ممحقة للربح) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah berkata: “Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Sumpah membuat dagangan menjadi laku tetapi mengurangi bisa laba”. Muttafaq ’alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 2087 dan Muslim no hadist :1606)

7. Hindari jual beli - haram dan kotor:

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

... وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ ... ﴿٢٧٥﴾

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (Q.S. Al Baqarah: 275)

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٩٠﴾

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Q.S. Al Maidah : 90) .

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

... وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ ... ﴿١٥٧﴾

"Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (Q.S. Al A'raaf: 157)

8. Larangan berdusta dan menipu:

عن أبي هريرة أن رَسُول اللَّهِ مر على صبرة طعام؛ فأدخل يده فيها؛ فنالت أصابعه بللاً، فقال: (ما هذا يا صاحب الطعام؟!) قال: أصابته السماء يا رَسُول اللَّه ! قال: (أفلا جعلته فوق الطعام حتى يراه الناس ؟! من غشنا فليس منا) أخرجه مسلم.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah melewati seonggok makanan lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam onggokan tersebut, jari beliau menjadi basah maka beliau bersabda: “Apa ini wahai pemilik makanan?”, ia berkata: “Terkena hujan wahai Rasulullah”, beliau bersabda: “Kenapa engkau tidak meletakkannya pada bagian atas makanan, hingga orang-orang melihatnya, siapa yang menipu kami tidaklah termasuk golongna kami”. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist :102)

عَنْ حكيم بن حزام قال: قال رَسُول اللَّهِ : (البيعان بالخيار ما لم يتفرقا، أو قال: حتى يتفرقا، فإن صدقا وبينا بورك لهما في بيعهما، وإن كتما وكذبا محقت بركة بيعهما) مُتَّفّقٌ عَلَيْهِ.

Dari Hakim bin Hizam berkata: “Rasulullah bersabda: “Penjual dan pembeli masih bebas (belum terikat suatu transaksipun) selama belum berpisah, atau beliau bersabda: "Sampai mereka berdua berpisah" jika keduanya benar/jujur dan menjelaskan cacat dagangannya, niscaya Allah memberkahi keduanya, jika mereka saling menyembunyikan dan berdusta, maka dicabutlah keberkahan dari transaksi mereka.” Muttafaq ’alaih. (Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist 2079 dan Muslim no hadist :1532)

9. Larangan menimbun dagangan:

عن معمر بن عبد الله عن رَسُول اللَّهِ قال: ((لا يحتكر إلا خاطئ)) أخرجه مسلم.

Dari Ma'mar bin Abdullah dari Rasulullah ,:"Tidaklah seseorang menimbun dagangan kecuali dia telah berbuat salah". HR. Muslim. (Diriwayatkan oleh Muslim no hadist :1605)

Demikian penjelasan mengenai adab dan etika dipasar berdasarkan hadits-hadits shahih dan penjelasan para ulama.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama