Fikroh.com - Tokoh pendiri sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2003 hingga 2015 KH Hilmi Aminuddin, meninggal dunia pada Selasa (30/6).

Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Hilmi meninggal dunia pada pukul 14.24 WIB di RS Santosa Bandung, Jawa Barat.

"Benar. Ustadz Hilmi Aminuddin, guru kami, wafat hari ini pukul 14.24 WIB," kata Pipin kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/6).

Ia pun memohon doa untuk almarhum Hilmi. Pipin menambahkan bahwa informasi lengkap terkait wafatnya Hilmi akan disampaikan oleh perwakilan keluarga.
Belum diketahui informasi sakit yang diderita pria yang akrab disapa Ustaz Hilmi itu hingga berita ini diturunkan.

Belum diketahui juga mengenai rencana pemakaman. Selama ini, Ustaz Hilmi diketahui tinggal di Lembang, Jawa Barat.

Hilimi lahir 27 Desember 1947. Pada tahun 1998, Hilmi bersama beberapa rekannya mendirikan Partai Keadilan dan pada tahun 2002, partai tersebut berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera agar bisa ikut pemilihan umum dua tahun berikutnya.

Pada tahun 2005, Hilmi ditunjuk menggantikan Rahmat Abdullah yang meninggal dunia untuk menjadi Musyawarah Majelis Syuro I yang merupakan lembaga tertinggi di PKS.

Ucapan Bela Sungkawa

Ustadz Cahyadi Takariawan :

Tak mampu kami lukiskan kesedihan hati. Engkau meninggalkan kami hari ini.

Insyaallah engkau istirahat di tempat terbaik. Kami tak mampu menyediakan tempat istirahat terbaik untukmu.

Engkau akan mendapatkan perawatan terbaik. Kami tak mampu memberikan perawatan terbaik untukmu.

Terngiang selalu nasehatmu di bulan Syawal lalu:

"Nilai kita sebagai manusia ditentukan oleh amal perbuatan kita, bukan oleh perlakuan yang kita terima".

"Kualitas seseorang diukur dari kebaikan atau keburukan yang dilakukannya, bukan dari kebaikan atau keburukan yang diterimanya".

"Orang berkualitas baik akan senantiasa berbuat baik, meskipun ia menerima perlakuan buruk'.

"Orang berkualitas buruk akan tetap berbuat buruk, meskipun ia menerima perlakuan baik".

Selamat jalan guruku. Surga terhampar untukmu, insyaallah.
Lebih baru Lebih lama